Mahasiswa PPL-KKN Internasional Gelar Program Anti-Bullying di Pelosok Thailand Selatan

Dua orang mahasiswa peserta PPL-KKN Internasional Batch 9 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) telah berhasil melaksanakan rangkaian program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bangul Durian Islam Suksa School, Sabayoi, Thailand Selatan. Salah satu kegiatan puncak dan berdampak pada siswa adalah sosialiasi tentang pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 5 hingga 6 Februari 2026. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan karakter dan perencanaan masa depan siswa di jenjang Mathayom 1-3 yang setara dengan SMP kelas 7-9 dan Mathayom 4-6 atau SMA kelas 10-12.

Kegiatan hari pertama adalah sosialisasi anti-bullying untuk siswa SMP kelas 8 dan 9 yang dilaksanakan pada hari Kamis (05/02/2026). Sosialisasi ini berlangsung mulai pukul 10.45 hingga 12.15 waktu setempat. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Selain itu, siswa diajak memahami dampak negatif yang ditimbulkannya. Siswa juga diminta untuk menulis cerita atau curhat tentang apakah mereka pernah di bully atau tidak. Tulisan tersebut ditempelkan di Tree of expressions.

Masih di hari yang sama, mahasiswa melanjutkan program kerja berupa kegiatan Mind Mapping untuk siswa SMA kelas 12 pada pukul 13.15 hingga 14.00 waktu setempat. Kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa menyusun rencana dan target lima tahun kedepan, baik dalam bidang pendidikan maupun karir.

Mengingat bahwa ujian kelulusan sudah didepan mata, maka kegiatan ini hadir untuk mendorong siswa agar memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai masa depan atau cita-cita mereka.

Pada hari kedua dilaksanakan pada Jumat (06/02/2026), mahasiswa melanjutkan melaksanakan program sosialisasi anti-bullying bagian kedua yang dihadiri oleh siswa SMP kelas 7/1 atau 7/2.

Kegiatan ini berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 waktu setempat. Materi yang diberikan hampir sama hari pertama, hanya saja pada hari kedua ini merupakan waktu pembedahan surat atau cerita yang ditulis oleh siswa di Tree of expressions. Saat pembedahan berlangsung, banyak tertera cerita siswa yang di bully baik verbal maupun nonverbal. Disamping pembedahan surat, terdapat beberapa siswa yang curhat secara langsung ke kita.

Bukan tanpa sebab diadakan sosisalisasi ini, namun kasus bullying memang dekat dengan siswa. Karena dampak dari bullying bisa menghambat Pendidikan anak,

“Teacher, saya pernah kena bully sampa tak mari belajar lagi sebab saya takut kena bully. Teacher, saya kena bully samo A**s. Dia ejek namo ummi, baboh saya,” ungkap Yusri siswa kelas 8.

Setelah sosialisasi anti-bullying bagian 2 selesai, program KKN dilanjutkan dengan sosialisasi dream discovery atau future plan (perencanaan masa depan). Program ini ditunjukkan kepada siswa kelas 10 dan 11 pada pukul 10.45 hingga 12.15. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan motivasi, memberikan gambaran, mendampingi, dan mengarahkan siswa dalam menggali potensi diri, menentukan cita-cita, serta memberikan tips untuk memilih cita-cita sesuai dengan beberapa pertimbangan, yaitu: bakat, minat, dan peluang kerja yang dibutuhkan di zaman sekarang.

Setelah kegiaatan ini tak sedikit siswa merasakan perbedaan pada dirinya. Lahir keberanian dan kesadaran diri akan bullying, “Setelah kegiatan ini saya merasa lebih berani melawan pelaku bullying dan mengetahui jenis jenis perilaku yang termasuk dalam bullying,” ungkap Nureehan siswi kelas 9.

Pihak sekolah juga memberikan tanggapannya dalam program ini. Program seperti ini dinilai belum pernah ada sebelumnya dan dapat mengembangkan mutu karakter siswa mereka,

“Kegiatan seperti ini, belum pernah dilakukan dan baru kali ini terlaksana. Dan menurut saya sangat bagus dan membantu mengembangkan karakter siswa,” Amaniyah Laehnawang, S.Pd selaku guru pamong mahasiswa PPL-KKN. 

Melalui program ini, mahasiswa PPL-KKN berharap dapat memberikan ilmu dan pengalaman kepada siswa supaya tidak kaget saat memasuki dunia perkuliahan maupun dunia kerja serta memberikan kontribusi positif bagi siswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan. (Kontributor: Lusy Silviana dan Vina Rohmatul Ummah).