Pengembangan UMKM Pasca Pandemi

Pengembangan UMKM Pasca Pandemi

Pusat Sains dan Teknologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) selenggarakan seminar nasional dalam jaringan (Sedang) 2, Kamis (17/6/2021). Acara diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UPGRIS ke-40. Tema dalam kegiatan tersebut “Sains dan Teknologi sebagai Daya Dukung Pengembangan UMKM Pasca Pandemi.” Acara dilaksanakan dalam jaringan melalui aplikasi Zoom serta disiarkan langsung  pada Channel YouTube dan UPGRIS TV.

Hadir dalam seminar nasional dalam jaringan (Sedang) 2 diantaranya, Dr Muhdi SH MHum Rektor UPGRIS, Prof Ridwan Sanjaya Rektor UNIKA Soegijapranata Semarang, Iksan Ingratubun (Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia), serta Lana T Koentjoro (Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju), Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd.

Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd menyampaikan kegiatan ini sangat tepat untuk diselenggarakan. “Pada masa saat ini pemerintah sedang mendukung segala kegiatan pengembangan UMKM. Peran sains dan teknologi sangat penting, agar UMKM dapat masuk dalam digitalisasi agar bisa hidup dan bertahan. Seminar ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perguruan tinggi agar bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Membuka wawasan bagaimana menangani kesulitasn dalam UMKM . Perguruan tinggi bisa dijadikan sebagai mitra dari UMKM atau yang lain,” ungkap Senowarsito.

Luaran dalam kegiatan ini tentunya dapat membangun jaringan antar akademisi dengan UMKM. Harapanya kegiatan ini dijadikan pengembangan kegiatan untuk pemberdayaan UMKM. Hal lain, peserta dapat pencerahan agar bisa menangani dengan baik permasalahan yang dihadapi UMKM. LPPM UPGRIS sudah melakukan pendampingan UMKM melalui KKN atau pembegadian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen.

Ridwan Sanjaya menyampaikan bahwa pandemi memberi ide, kebutuhan semasa pandemi diantaranya alat-alat kesehatan dan dukungan protokol kesehatan. Dukungan selama pandemi diantaranya alat bantu untuk mendukung kinerja usaha ketika tidak bisa bertemu.  Keunggulan selama pandemi, menjadikan teknologi informasi sebagai keunggulan usaha.

Rektor UPGRIS dalam sambutanya menuturkan pandemi telah membuat semuanya berpikir keras berjuang untuk keluar dari masa pandemi. Akademisi yang ada di perguruan tinggi juga dituntut untuk segera beradaptasi dan berpikir. Pergruan tinggi berdaptasi dengan program kampus merdeka merdeka belajar. Presiden juga menyampaikan pesan serta harapanya di dunia perguruan tinggi agar lulusan memiliki dedikasi kemanusian dan kemajuan bangsa. Memiliki kemampuan memecah sebuah masalah melalui implementasi masalah nasional dalam karya inovasi. Menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat membuka lapangan kerja. Dunia UMKM bisa bersinergi dengan berbagai perguruan tinggi. Kampus harus menciptakan wirausahawan muda,” imbuh Muhdi.

UPGRIS menyadari sebagai perguruan tinggi yang memiliki akademisi atau alumni tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan. Mahasiswa harus menghasilkan temuan serta dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *