Perkembangan Sastra di Masa Pandemi

Perkembangan Sastra di Masa Pandemi

Untuk menghadapi pendidikan pada masa pandemi saat ini, panitia  Insan Kata menyelenggarakan Webinar dengan tema “Perkembangan Sastra di Masa Pandemi”

Pembelajaran sastra sangat penting diterapkan di sekolah maupun di perguruan tinggi. Dengan adanya pembelajaran sastra, dapat menjadikan kreativitas generasi bangsa semakin meningkat. Dalam menyukseskan pembelajaran sastra sangat diperlukan alternatif yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Alternatif pembelajaran sangat penting dipersiapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan alternatif pembelajaran sangat berdampak positif bagi tercapainya tujuan pembelajaran.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat membahas mengenai pastinya topik yang akan dibicarakan dan juga fenomena-fenomena pembelajaran yang terjadi saat ini dan acara ini juga dapat menjadi ajang dalam hal kerja sama merencanakan sebuah Webinar” ungkap Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UPGRIS.

Oleh sebab itu kegiatan webinar akan  lebih memfokuskan pada pembahasan seperti apakah alternatife pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran sastra di masa pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengenal lebih dalam lagi mengenai alternatif yang tepat digunakan dalam pembelajaran sastra Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Webinar yang diselenggarakan panitia Bincang Santai Kajian Sastra ini, menghadirkan lima pembicara. Diantaranya Imam Abil Fida ydengan materi mengenai Analisis Objektif Cerpen “Kapotjes dan Batu yang Terapung” Karya Faisal Oddang dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi. Tak kalah dari pembicara pertama, pembicara kedua juga mengangkat topik yang sangat menarik yakni Analisis Struktural Naskah Drama “Ayahku Pulang” Karya Usmar Ismail dan Penerapannya dalam Pembelajaran yang disampaikan oleh saudari Novalina Safitri.

Pembicara lainnya juga memberikan topik yang cukup menarik seperti saudari Andini Larasati yang menyampaikan materi mengenai Perkembangan Masa Pandemi: Puisi, Lingkungan, dan Pengarang.  Selain itu juga ada Saudari Ika Sofia Rani yang mengangkat topik mengenai Membangun Budaya Literasi Melalui Kreativitas Pembelajaran Sastra Puisi. Serta Saudari Dyah Sulistyaning yang mengangkat topik Pemanfaatan Media Sosial untuk Pengajaran Sastra di Era Digital.

“Pandemi telah merubah pembelajaran yang mulanya Luring menjadi Daring, hal ini tidak dapat menjadi halangan tapi justru harus menjadi tantangan untuk para pengajar agar lebih inovatif. Pembelajaran sastra sebenarnya tidak memerlukan pembelajaran turun lapangan langsung, tetapi bisa dengan memanfaatkan media sosial yang ada” ungkap Imam Abil Fida selaku pemateri pertama.

Saat ini kemajuan teknologi sangat pesat, sehingga memaksa seseorang untuk terus mengikuti alur perkembangan zaman. Begitu juga dengan seorang pengajar apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, pengajar dituntut untuk dapat memberikan pengajaran dan bimbingannya kepada peserta didik dengan memanfaatkan media yang ada. Media yang biasa digunakan oleh pengajar pada saat ini adalah aplikasi WA, padahal penggunaan aplikasi WA ini dirasa kurang maksimal dalam proses belajar mengajar. Hal ini juga disampaikan oleh salah satu pemateri pada Webinar ini.

“Perkembangan teknologi semakin cepat, hingga saat ini muncullah internet. Semua orang mau tidak mau harus mengikuti perkembangan. Pada masa pandemi saat ini memaksa seluruh pembelajaran dialihkan ke Daring. Pada saat ini lebih sering menggunakan WA yang pasti sangat membosankan” Ungkap Dyah Sulistyaning selaku pemateri lima

Lebih jauh saudari Dyah menjelaskan bahwa ada media-media lain yang dapat digunakan selain aplikasi WA yang dirasa kurang efektif. Salah satunya adalah dengan menggunakan media YouTube, media ini dianggap sangat mudah untuk diakses dan materi yang disampaikan juga akan tersampaikan dengan baik. Selain itu ada juga beberapa media lainnya yang dapat digunakan, yakni mulai dari media Instagram, Facebook, Wattpad, Waptoom, Dreame, dan media lainnya.

Dalam pembelajaran juga harus memerlukan dorongan agar peserta didik dapat lebih semangat dalam menerima materi yang akan diajarkan. Hal ini diungkapkan oleh saudari Ika Shofia Rani “Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar, yaitu motivasi untuk belajar, kesempatan bertanya, partisipasi, pengenalan teori dan project mandiri.

Itulah yang mendasari panitia Insan Kata mengadakan Webinar dengan tema “Perkembangan Sastra di Masa Pandemi.Acara webinar berjalan dengan sagat baik, panitia yang bertugas telah berhasil mengatur jalannya acara dengan susunan acara yang tidak monoton. Selain itu pada acara webinar ini juga disertai dengan kuis, sehingga peserta yang mengikuti webinar tidak terlalu jenuh dalam mendengarkan penyampaian materi oleh kelima pemateri yang bertugas.

Webinar dilaksanakan secara Daring dengan memanfaatkan media Zoom Meeting. Acara diikuti oleh 137 peserta yang terdiri dari Mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang, dosen pengampu mata kuliah seminar sastra, Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UPGRIS serta peserta umum yang berasal dari beberapa prodi di Universitas PGRI Semarang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *