Pertukaran Mahasiswa Jawab Tantangan Zaman

Pertukaran Mahasiswa Jawab Tantangan Zaman

Pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dinilai tak sekadar hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa.

Rektor Universitas PGRI Semarang (Upgris), Dr Muhdi menyatakan, pertukaran mahasiswa juga diharapkan mampu meningkatkan wawasan kebangsaan dan meningkatkan integritas serta solidaritas.

Mahasiswa ini calon pempimpin masa depan. Melalui program ini mereka didorong mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang diproses lewat pengalaman,” kata Muhdi saat membekali mahasiswa yang diterima dalam program ini secara virtual, Selasa (24/8).

Menurut Muhdi, pertukaran mahasiswa idealnya dilangsungkan secara luring, sebab ada komunikasi dan interaksi lebih antara mahasiswa dengan dosen. Namun, sementara ini pelaksanaannya dimulai secara daring.

“Kalau memungkinkan bisa dilaksanakan secara luring, sambil menunggu kondisi membaik. Pada sisi lain, kami selaku perguruan tinggi yang menjadi pengirim dan penerima mahasiswa, sekaligus sebagai mitra memastikan mereka mendapat vaksin,” tuturnya.

Program baru di era kampus merdeka belajar ini dipandang penting. Para mahasiswa terpilih akan melaksanakan proses perkuliahan bersama-sama dalam satu semester.
Mahasiswa pun akan memperoleh manfaat besar sebagai calon pemimpin di masa mendatang. Tidak saja mendapat ilmu pengetahuan, tetapi juga ragam budaya di masing-masing daerah.

“Mahasiswa sekarang harus fokus dan bisa menjawab tantangan zaman. Memiliki karakter hebat yang hanya bisa terbangun melalui proses pembelajaran yang baik. Sehingga diharapkan menjadi generasi yang unggul,” ujarnya.

Sementara itu, dalam program ini, Upgris mengirimkan 90 mahasiswa dari berbagai program studi ke beberapa perguruan tinggi di Tanah Air. Di antaranya Universitas Jambi, Universitas Islam Riau, Universitas Pattimura hingga Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

“Sebaliknya, kami juga menerima 92 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi yang berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka kami anggap sebagai mahasiswa kami sendiri yang juga berhak atas pembelajaran maupun fasilitas yang ada di tempat kami,” imbuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *