Memenuhi panggilan Allah di antara realitas antrian kuota haji yang panjang, hal ini harus yang sangat disyukuri. Ini adalah kesempatan yang tidak mudah. Sebab ada begitu banyak orang yang saat ini masih menunggu jatah naik haji.
“Tiap tahun tidak pernah ada yang kosong. Tiap tahun selalu ada yang haji. Sungguh suatu kabar sukacita bagi keluarga besar Universitas PGRI Semarang.”
Hal itu disampaikan oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., dalam acara Doa Bersama Pelepasan Jamaah Calon Haji UPGRIS yang diselenggarakan pada 27 April 2026 di Gedung Pusat Lantai 2.
Rektor menambahkan, pihaknya sangat percaya takdir itu milik Allah, tapi doa dan usaha adalah milik kita bersama. “Untuk itulah marilah kita terus berdoa dan berusaha agar kita punya kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah haji.”
Ibadah haji sendiri menurut Rektor memerlukan tidak hanya iman, tetapi juga tenaga dan kesehatan yang prima. “Sabar dan ikhlas, adalah kunci ketika di tanah suci. Terutama ketika sedang berhaji bersama pasangan.”
Terakhir, Rektor menyampaikan kepada para calon haji agar turut serta mendoakan UPGRIS agar semakin maju. “Doakan kampus kita senantiasa diberkahi, diberi banyak mahasiswa, serta lancar dalam menjalani akreditasi internasional.”
Sementara itu, Ketua YPLPPT PGRI Jawa Tengah, H. Sakbani, S.Pd., M.H.. dalam sambutannya menyampaikan, ibadah haji adalah ibadah yang paling istimewa. “Haji ibadah yang mengembalikan kedirian ke kita ke Tuhan, sepenuhnya ikhlas pada Tuhan.”
Adapun dua calon jamaah haji dari UPGRIS tersebut adalah dosen Pendidikan Ekonomi, FPIPSKR, Riyanto, S.E., M.Si., beserta istri dan dosen Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., beserta suami.
Dalam sambutannya, perwakilan jamaah haji, Riyanto, S.E., M.Si., menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh civitas akademika. “Kami mohon restu, semoga kami mendapat predikat haji yang mabrur.” (*)

