Tantangan Transformasi Digitalisai Pendidikan Abad 21

Tantangan Transformasi Digitalisai Pendidikan Abad 21

Program studi manajemen pendidikan pascasarjana Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) gelar seminar nasional manajemen pendidikan (SNMP) Ke-1, Selasa (30/11). Acara diselenggarakan secara online dan diikuti 356 peserta. Tema pada penyelenggaran kali ini transformasi dan digitalisasi pendidikan abad 21. Perkembangan era digital membawa masyarakat pada realitas sosial. Perubahan yang muncukl melahirkan implikasi postif dalam kehidupan manusia. Pergerakan cepat arus transformasi informasi harus mendpatkan penerimaan yang komprehensif dan utuh agar tidak salah tafsir.

Program studi magister manajemen pendidikan sebagai salah satu program studi di lingkungan pascasarjana UPGRISberupaya berkontribusi aktif di era perubahan terhadap pendidikan pada umumnya. Hadir dalam seminar nasional Dr Muhdi SH MHum Rektot UPGRIS, Prof Dr Budiyono Saputro MPd ketua program studi  S3 Salatiga, serta Dr Siswanto MPd kepala BPTIK dinas pendidikan provinsi Jawa Tengah.

Dr Ngasbun Egar MPd direktur pascasarjana UPGRIS dalam laporanya menyebutkan tujuan dari SNMP sebagai wadah mendesiminasikan hasil penelitian maupun kajian teoritis terkait transformasi dan digitalisasi pendidikan abad 21. “Wadah pertukaran informasi dan komunikasi antara pakar pendidikan, peneliti, akademisi, praktisi serta masyarakat umum. Mencari solusi terkait permasalahan transformasi dan digitalisasi pendidikan abad ke-21,” tutur Ngasbun.

Kajian transforasi dan digitalisasi pendidikan dalam seminar ini didukung pula dengan rangkaian hasil penelitian  pengabdian kepada masyarakata yang relevan.

Lain halnya Muhdi menyampaikan jika bahwa kehidupan abad 21 salah satunya mensyaratkan sumber daya manusia memiliki kompetensi sesuai tuntutan hidup. Manusia harus menjadi generasi yang unggl dan berjati diri. “ Indonesia unggul dimulai dari pendidikan yang unggul dihasilkan oleh guru yang unggul. Merdeka belajar juga dimulai dari transformasi digital. Generasi unggul yang memiliki kompetensi serta berkarakter. Saat ini pemerintah sedang menggerakan profil pelajar Pancasila. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, kreatif, bernalar kritis, gotong royong, berkebhinekaan global, serta mandiri” ungkap Muhdi.