


UPGRIS Implementasikan Dua Paten Pendidikan di Thailand Selatan
Hat Yai, Thailand, 25 Januari 2026 – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak melalui implementasi dua paten pendidikan di sekolah-sekolah mitra di Thailand Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional Tahun 2026 sekaligus wujud hilirisasi hasil penelitian dosen agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat internasional.
Implementasi inovasi dilakukan oleh tim dosen bersama mahasiswa UPGRIS di bawah koordinasi Kantor Urusan Internasional (KUI) bekerja sama dengan Al Hidayah Foundation dan sekolah-sekolah mitra di Thailand Selatan. Melalui kegiatan ini, hasil penelitian yang telah memperoleh paten tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah media pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan. Media tersebut mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif.
Dalam implementasinya, guru dan siswa di sekolah mitra diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung media pembelajaran yang dikembangkan oleh dosen UPGRIS. Tim pengembang juga memberikan pendampingan mengenai cara penggunaan media, strategi integrasi ke dalam proses pembelajaran, serta penyesuaian materi sesuai kebutuhan peserta didik di masing-masing sekolah.
Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa hilirisasi hasil penelitian merupakan bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah atau paten semata. Hasil riset harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Melalui implementasi dua paten pendidikan ini, kami berharap inovasi yang dikembangkan dosen UPGRIS mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah mitra serta memperkuat kerja sama internasional yang berkelanjutan,” ujar Rektor UPGRIS.
Selain memperkenalkan media pembelajaran, tim dosen juga berbagi pengalaman mengenai penerapan pembelajaran berbasis STEAM yang telah dikembangkan melalui berbagai penelitian dan praktik di lingkungan UPGRIS. Guru-guru mitra diajak berdiskusi mengenai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah masing-masing.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa implementasi hasil riset di sekolah internasional merupakan salah satu bentuk penguatan kerja sama yang memberikan manfaat timbal balik bagi seluruh pihak.
“Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya mengirim mahasiswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah mitra. Di sisi lain, masukan dari guru dan sekolah akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan riset dan inovasi berikutnya sehingga kolaborasi ini terus berkembang secara berkelanjutan,” jelas Ketua KUI UPGRIS.
Guru-guru di sekolah mitra menyambut baik implementasi media pembelajaran tersebut. Mereka menilai pendekatan STEAM yang diperkenalkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan metode pembelajaran di kelas.
Salah seorang guru mitra mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang diperkenalkan UPGRIS mudah diterapkan dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh UPGRIS. Media pembelajaran ini membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan mendorong siswa untuk aktif berpikir, berdiskusi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai aktivitas belajar,” ujarnya.
Implementasi dua paten pendidikan ini menjadi bukti bahwa hasil penelitian UPGRIS mampu menjangkau masyarakat internasional melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui penguatan hilirisasi riset, UPGRIS tidak hanya meningkatkan reputasi akademik sebagai perguruan tinggi yang produktif dalam penelitian, tetapi juga mempertegas komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat global.

