UPGRIS Luncurkan Dies Natalis Ke-45, Perkuat Komitmen Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi meluncurkan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-45 pada Jumat, 19 Juni 2026. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan usia kampus, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peluncuran Dies Natalis ditandai dengan berbagai kegiatan yang memadukan unsur kebersamaan civitas academica serta kompetisi yang melibatkan berbagai elemen di lingkungan kampus. Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Rektor UPGRIS, Sapto Budoyo, mengatakan usia ke-45 tahun menjadi tonggak penting untuk mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih perguruan tinggi tersebut. Menurut dia, sejumlah indikator menunjukkan perkembangan signifikan yang berhasil dicapai UPGRIS dalam beberapa tahun terakhir.

“Lebih dari 50 persen program studi telah terakreditasi unggul, termasuk akreditasi institusi. Ini merupakan capaian yang patut disyukuri dan menjadi hasil kerja keras seluruh civitas academica,” ujarnya.

Sapto menuturkan, pencapaian tersebut tidak membuat kampus berhenti berbenah. Dalam waktu dekat, UPGRIS akan menghadapi agenda strategis berupa akreditasi internasional bagi 12 program studi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-3 Juli 2026.

Menurut dia, proses tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing kampus di tingkat global sekaligus memperluas pengakuan internasional terhadap kualitas pendidikan yang dimiliki UPGRIS.

“Perjalanan hingga usia 45 tahun bukanlah proses yang singkat. Ikhtiar dan perjuangan yang dilakukan secara konsisten telah membawa hasil yang baik. Kami berharap seluruh civitas academica terus memberikan dukungan agar langkah menuju pengakuan internasional dapat berjalan lancar,” kata Sapto.

Ia menambahkan, berbagai capaian yang telah diraih hendaknya menjadi pengingat agar UPGRIS terus hadir memberikan manfaat dan makna bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Muhdi, menilai usia ke-45 UPGRIS memiliki makna simbolis yang erat dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi pijakan untuk mewujudkan “UPGRIS Emas”, yakni perguruan tinggi yang semakin maju dan memiliki kontribusi lebih besar bagi pembangunan bangsa.

Muhdi mengatakan perkembangan UPGRIS saat ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pimpinan terdahulu. Fondasi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi kampus untuk terus tumbuh dan memperkuat peran strategisnya dalam dunia pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh warga kampus untuk tidak melupakan semangat para pendiri yang membangun perguruan tinggi tersebut dengan dedikasi dan pengabdian.

“UPGRIS saat ini telah menjadi rumah besar bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni yang jumlahnya terus bertambah. Semangat para pendiri itulah yang perlu terus dijaga dan diwariskan,” ujar Muhdi.

Memasuki usia ke-45 tahun, UPGRIS menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam kualitas akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan global. (*)