Senyum Ceria Warnai Pembelajaran Bersama Mahasiswa KKN UPGRIS di PAUD Kembangarum 2

Suara tawa anak-anak terdengar bersahutan dari ruang kelas PAUD Kembangarum 2 di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Pagi itu, mereka tidak hanya belajar mengenal bentuk, warna, atau lagu-lagu anak. Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mereka belajar disiplin, bekerja sama, menjaga kebersihan, hingga berani mengekspresikan diri melalui berbagai aktivitas sederhana.

Kegiatan diawali dengan baris-berbaris sebelum memasuki ruang kelas. Pembiasaan tersebut menjadi sarana sederhana untuk melatih kedisiplinan sekaligus membangun kebiasaan mengikuti arahan. Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan diri dan mengajak anak-anak menyebutkan nama mereka satu per satu. Interaksi yang tampak sederhana tersebut menjadi awal terciptanya suasana belajar yang akrab dan menyenangkan.

Kepala PAUD Kembangarum 2, Etik, S.Pd., menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Menurut dia, variasi kegiatan yang dibawa mahasiswa membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Anak-anak menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran karena aktivitas yang diberikan lebih bervariasi dan menarik. Kehadiran mahasiswa juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup,” ujar Etik.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan praktik di lapangan. Berhadapan langsung dengan anak usia dini menuntut kesabaran, kreativitas, serta kemampuan membangun komunikasi yang hangat. Pengalaman itu sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas hubungan antara pendidik dan peserta didik.

Perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS, Tutur Awalul Farihah, mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama mendampingi kegiatan belajar di PAUD Kembangarum 2.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan mengajar di PAUD Kembangarum 2. Bertemu dengan anak-anak yang lucu, ceria, dan penuh semangat membuat saya ikut merasakan kebahagiaan mereka. Selain dapat berbagi ilmu, kami juga belajar bagaimana menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini seperti ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan manfaat bagi sekolah dan peserta didik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Kehadiran mereka memperkaya pengalaman belajar anak, sementara interaksi dengan dunia pendidikan memberikan bekal yang penting bagi calon pendidik dan sarjana yang kelak terjun ke tengah masyarakat.

Melalui program KKN, pembelajaran akhirnya tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan juga dalam hubungan antarmanusia. Di ruang kelas yang sederhana itu, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam, sedangkan mahasiswa belajar bahwa pendidikan pada dasarnya dimulai dari kesediaan untuk hadir, mendampingi, dan tumbuh bersama.(*)