Pascasarjana Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura Pontianak. Penandatanganan itu dirangkaikan dengan kegiatan Guest Lecture bertajuk “Teknologi Terbarukan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran”.
Kegiatan berlangsung di Aula Pascasarjana UPGRIS pada 6 Agustus 2026. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Pascasarjana UPGRIS, Prof. Dr. Harjito, M.Hum., bersama Dekan FKIP Universitas Tanjungpura, Urai Salam, Ph.D.
Penandatanganan MoA menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kedua institusi, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Ketua penyelenggara, Dr. Joko Sulianto, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana UPGRIS, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pascasarjana UPGRIS untuk menghadirkan atmosfer akademik yang dinamis melalui kolaborasi antarlembaga.
“Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen Pascasarjana UPGRIS beserta tamu undangan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat sekaligus memperkaya wawasan akademik dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran dan penelitian,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UPGRIS, Prof. Dr. Harjito, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan FKIP Universitas Tanjungpura. Menurutnya, kolaborasi antarinstitusi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selamat datang kepada Bapak Dekan beserta rombongan FKIP Universitas Tanjungpura di Pascasarjana UPGRIS. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata, mulai dari penelitian bersama, pengembangan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, hingga publikasi ilmiah internasional,” ucapnya.
Sementara itu, Urai Salam, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Pascasarjana UPGRIS. Ia mengungkapkan bahwa meskipun Universitas Tanjungpura memiliki usia yang lebih tua dibandingkan UPGRIS, pihaknya tetap memiliki semangat untuk terus belajar dan menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
“Usia Universitas Tanjungpura memang lebih tua daripada UPGRIS, namun kami tetap merasa perlu belajar dari berbagai institusi. Kami percaya bahwa kolaborasi akan menghasilkan banyak inovasi dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Urai Salam juga memberikan kuliah tamu mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI, termasuk ChatGPT, dapat dimanfaatkan untuk membantu dosen dan peneliti dalam merancang pembelajaran, memperbaiki kualitas naskah akademik, menyusun tinjauan pustaka (literature review), hingga mengelola referensi ilmiah secara lebih efektif.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu. Kreativitas, gagasan, dan kemampuan berpikir kritis tetap harus berasal dari manusia sebagai aktor utama dalam proses pendidikan dan penelitian.
“AI dapat membantu mempercepat berbagai pekerjaan akademik, tetapi ide, analisis, serta keputusan ilmiah tetap menjadi tanggung jawab manusia. Oleh karena itu, penggunaan AI harus dilakukan secara bijaksana, etis, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Selain penandatanganan MoA tingkat fakultas, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Tanjungpura dengan sejumlah program studi di Pascasarjana UPGRIS, yaitu Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan IPA, Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Pendidikan Matematika, Magister Manajemen Pendidikan, serta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Tanjungpura, Dr. Venny Karolina, M.A. TESOL, bersama para ketua program studi di lingkungan Pascasarjana UPGRIS sebagai bentuk komitmen memperluas kolaborasi akademik di tingkat program studi.
Tidak hanya itu, Dr. Venny Karolina juga berbagi pengalaman melalui sesi best practice mengenai strategi memperoleh hibah luar negeri, khususnya program HOMBY (Higher Education Partnership Program).
Dalam paparannya, ia membagikan berbagai pengalaman, strategi, serta kiat praktis dalam menyusun proposal hibah yang kompetitif, mulai dari membangun jejaring kolaborasi internasional, menyusun proposal berbasis kebutuhan, hingga memenuhi indikator penilaian yang menjadi perhatian lembaga pemberi dana.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UPGRIS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Sinergi antara Pascasarjana UPGRIS dan Universitas Tanjungpura diharapkan mampu melahirkan berbagai program bersama yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pembelajaran, serta peningkatan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.(*)

