Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi mahasiswa. Di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 11 juga memanfaatkannya sebagai ruang belajar bagi anak-anak melalui kegiatan bimbingan belajar (bimbel) gratis yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 anak dari lingkungan sekitar Desa Munding, yang terdiri atas dua anak usia TK, lima siswa sekolah dasar (SD), dua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan satu siswa sekolah menengah pertama (SMP). Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN dalam mendampingi proses belajar anak-anak sekaligus mengajak mereka memanfaatkan waktu luang secara produktif di luar jam sekolah.
Materi bimbingan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta, mulai dari pendampingan belajar dasar hingga mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) serta memberikan pendampingan ketika mereka mengalami kesulitan memahami materi yang telah dipelajari di sekolah.
Agar kegiatan tidak terasa seperti belajar di kelas, mahasiswa mengemas pembelajaran secara santai dan interaktif. Anak-anak didampingi secara individu maupun dalam kelompok kecil sesuai dengan tingkat kelas masing-masing. Metode fun learning, permainan, serta kuis turut digunakan untuk membuat suasana belajar lebih menyenangkan.
Setelah mendapatkan pendampingan, anak-anak mulai memahami materi dan semakin berani mencoba mengerjakan soal di depan teman-temannya. Suasana belajar yang semula berlangsung tenang pun berubah menjadi lebih hidup ketika mereka saling berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan.
Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding, Arya Putra Suswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu anak-anak memahami materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang membuat mereka merasa nyaman.
“Kami ingin anak-anak tetap bisa belajar dengan suasana yang santai. Jadi, ketika mereka menemukan materi yang sulit, mereka tidak takut untuk bertanya. Kami juga mencoba menggunakan permainan dan kuis supaya belajar terasa lebih menyenangkan,” ujar Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding, Arya Putra Suswanto.
Antusiasme anak-anak terlihat dari kehadiran mereka dalam kegiatan bimbel yang berlangsung setiap Senin hingga Jumat. Mereka tidak hanya datang untuk mengerjakan PR, tetapi juga aktif bertanya ketika menemui kesulitan dalam memahami pelajaran.
Dukungan terhadap kegiatan bimbel juga datang dari orang tua siswa. Sriyanto, salah satu orang tua siswa, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN membuat anak-anak lebih bersemangat untuk belajar di luar jam sekolah.
“Anak saya jadi lebih semangat belajar kalau ada kakak-kakak mahasiswa yang mendampingi. Kalau ada pelajaran yang belum dipahami, mereka juga bisa langsung bertanya. Belajarnya dibuat seru, jadi anak-anak tidak cepat bosan,” ujar Sriyanto, orang tua siswa Desa Munding.
Kehadiran bimbel gratis tersebut membuat posko KKN memiliki fungsi tambahan selama mahasiswa menjalankan pengabdian di Desa Munding. Selain menjadi tempat tinggal sementara, posko juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan sekitar.
Melalui bimbingan belajar ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 11 berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu meningkatkan minat belajar anak-anak sekaligus membuat mereka lebih berani bertanya dan mencoba ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. (*)

