Pilah Sampah Hari Ini, Cegah Nyamuk Esok Hari! KKN UPGRIS Bersinergi dengan MI Cemanggal

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 11 Desa Munding menggelar edukasi kebersihan lingkungan dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk di MI Cemanggal, Kamis (13/8/2026). Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi tentang jenis sampah serta praktik pemilahan sampah secara langsung bersama siswa.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Edukasi juga mengajak siswa memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga lingkungan dari tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.

Edukasi diawali dengan pengenalan sampah organik dan nonorganik. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan ranting dapat terurai secara alami. Sementara itu, sampah nonorganik seperti botol plastik, bungkus makanan, dan kaleng membutuhkan pengelolaan yang tepat karena membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.

Selain mengenalkan jenis sampah, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah yang dapat menampung air. Genangan air maupun wadah bekas yang terisi air dapat menjadi tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk. Karena itu, siswa diajak membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membiarkan sampah berserakan.

Kepala MI Cemanggal, Makhfuri, S.Pd.I., mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu siswa membangun kebiasaan positif sejak usia sekolah.

“Pemilahan sampah dapat membantu siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah,” ujar Kepala MI Cemanggal Makhfuri, S.Pd.I.

Setelah memperoleh materi, siswa diajak mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung. Mereka belajar membedakan sampah organik dan nonorganik serta membuangnya sesuai dengan jenisnya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, dan mencoba memilah sampah yang telah disiapkan. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara langsung.

Koordinator Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding, Devina Mulya Sangnia Putri, mengatakan bahwa menjaga kebersihan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kami ingin mengajarkan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan secara konsisten. Ketika anak-anak mulai terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan dari genangan air, mereka sudah ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 11 Desa Munding, Devina Mulya Sangnia Putri.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 11 berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga lingkungan dari genangan air, baik di sekolah maupun di rumah. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus membantu mencegah munculnya tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk. (*)