Mahesa Mojoagung UPGRIS Luncurkan Marketplace UMKM Desa Mojoagung, Hadirkan Satu Pintu Akses Digital bagi Produk Lokal

Kelompok Mahesa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, meluncurkan Marketplace UMKM Desa Mojoagung sebagai program kerja unggulan dalam mendukung digitalisasi pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan launching dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026) di Balai Desa Mojoagung dan dihadiri oleh Camat Plantungan, Kepala Desa Mojoagung, perangkat desa, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.

Peluncuran marketplace ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya inovasi digital yang diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk-produk unggulan Desa Mojoagung. Kehadiran unsur pemerintah, pelaku UMKM, dan mahasiswa menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital sebagai upaya meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat desa.

Marketplace UMKM Desa Mojoagung merupakan inovasi yang dirancang oleh Kelompok Mahesa UPGRIS sebagai pusat pemasaran digital terpadu bagi seluruh produk UMKM di desa tersebut. Berbeda dengan konsep marketplace pada umumnya yang mengharuskan setiap pelaku usaha memiliki akun dan mengelola tokonya secara mandiri, sistem ini mengintegrasikan seluruh produk dalam satu akun resmi yang dapat diakses masyarakat melalui satu tautan (Linktree). Melalui tautan tersebut, masyarakat dapat memilih berbagai kanal digital, seperti Shopee, TikTok Shop, WhatsApp Business, dan Instagram.

Seluruh platform digital tersebut dikelola secara terpusat oleh seorang Satuan Tugas (Satgas) UMKM yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Desa Mojoagung. Satgas bertugas menerima pertanyaan maupun pesanan dari konsumen melalui platform digital yang tersedia. Selanjutnya, informasi pesanan akan diteruskan kepada pelaku UMKM sesuai produk yang dipilih sehingga proses transaksi dapat berjalan lebih efektif, tertata, dan mudah dipantau.

Koordinator Desa Mahesa UPGRIS Desa Mojoagung, Imam Sayuti,  menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi selama pelaksanaan KKN. Berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Mojoagung telah memiliki produk yang berkualitas, tetapi masih menghadapi kendala dalam memasarkan produknya secara digital. Banyak pelaku usaha yang belum memiliki toko daring ataupun belum memahami pengelolaan media pemasaran digital.

“Marketplace ini kami rancang sebagai solusi agar pelaku UMKM tidak perlu mengelola banyak akun secara mandiri. Melalui satu pintu layanan yang dikelola Satgas UMKM Desa, seluruh produk dapat dipromosikan secara bersama sehingga lebih mudah dikenal masyarakat dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” ujar Imam Sayuti.

Kepala Desa Mojoagung, Eling Trisnaningsih, S.E., mengapresiasi inovasi yang diinisiasi oleh mahasiswa Mahesa UPGRIS. Menurutnya, keberadaan marketplace ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi UMKM Desa Mojoagung kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang diberikan mahasiswa Mahesa UPGRIS. Marketplace ini menjadi langkah maju bagi UMKM Desa Mojoagung untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Eling Trisnaningsih, S.E., Kepala Desa Mojoagung.

Senada dengan hal tersebut, M. Muchorobin HS, S.H., M.Si., selaku Camat Plantungan menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM agar mampu bersaing di era teknologi. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa seperti yang dilakukan Mahesa UPGRIS dapat terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan KKN, tetapi juga mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Marketplace UMKM Desa Mojoagung diharapkan menjadi contoh inovasi yang dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujar M. Muchorobin HS, S.H., M.Si., Camat Plantungan.

Melalui Marketplace UMKM Desa Mojoagung, masyarakat kini cukup mengakses satu akun resmi untuk memperoleh informasi mengenai berbagai produk lokal yang tersedia. Setelah konsumen menentukan produk yang diinginkan, Satgas UMKM akan menghubungkan pembeli dengan pelaku UMKM terkait sehingga proses komunikasi dan transaksi menjadi lebih cepat, mudah, dan terorganisasi.

Peluncuran marketplace ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui inovasi tersebut, Kelompok Mahesa UPGRIS berharap digitalisasi pemasaran UMKM di Desa Mojoagung dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.