1.130 Mahasiswa Siap Gencarkan Program KKN UPGRIS Berdampak

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menerjunkan 1.130 mahasiswa dari berbagai fakultas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Mengusung tema “KKN UPGRIS Berdampak”, program ini dirancang selaras dengan visi transformasi pendidikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menekankan pentingnya luaran akademis berdaya guna.

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN, Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa para peserta KKN akan tersebar di 66 desa yang mencakup enam kecamatan di empat kabupaten di wilayah Jawa Tengah. Sebaran wilayah pengabdian tersebut meliputi Kecamatan Bergas dan Ambarawa di Kabupaten Semarang, Kecamatan Plantungan di Kabupaten Kendal, Kecamatan Mranggen dan Karangawen di Kabupaten Demak, serta Kecamatan Gubug di Kabupaten Grobogan.

Hal itu disampaikan dalam acara pembekalan KKN berlangsung secara resmi di Balairung Kampus UPGRIS, Semarang, 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat, pimpinan fakultas, serta ribuan mahasiswa peserta KKN.  Dalam laporannya, Arisul menyebut para mahasiswa akan didampingi oleh 34 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama menjalankan masa pengabdian.

“Salah satu fokus utama KKN UPGRIS tahun ini adalah dukungan terhadap pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Untuk mewujudkan kampus dan lingkungan masyarakat yang bersih dari narkoba, UPGRIS menjalin kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ditambahkan, pelaksanaan program KKN ini dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juli hingga 2 September 2026. Jika diakumulasikan sejak tahap survei hingga pelaksanaan lapangan, total kegiatan berlangsung selama dua bulan penuh. “Masa pengabdian yang komprehensif ini memungkinkan pihak universitas memberikan kesetaraan beban akademis hingga 10 SKS bagi mahasiswa peserta,” ungkapnya.

Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan peran para mahasiswa dalam proses KKN di masyarakat. “KKN ini adalah laboratorium kehidupan bagi mahasiswa. Jadi di KKN mahasiswa akan mengamalkan ilmu mereka, sesuai dengan yang mereka terima di perkuliahan.”

Rektor menekankan, mahasiswa disiapkembangkan untuk memberikan edukasi preventif kebencanaan dan pelestarian lingkungan hidup. “Melalui pembekalan intensif ini, para mahasiswa diharapkan mampu bertindak sebagai agen perubahan yang solutif dan adaptif dalam menjawab berbagai tantangan nyata di desa pengabdian,” ungkapnya.

Dalam pembekalan tersebut, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat, S. I. K., S. H., M. Hum., hadir memberikan materi edukasi preventif secara langsung kepada mahasiswa dan DPL agar dapat diteruskan kepada warga di lokasi KKN.  Selain gerakan anti-narkotika, mahasiswa KKN UPGRIS dibekali serangkaian program kerja strategis yang menyasar isu sosial dan pembangunan daerah.

Program unggulan tersebut di antaranya gerakan Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting), penguatan ketahanan pangan lokal, pengembangan literasi digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan, serta pembenahan sektor kesehatan dan pendidikan. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani MoU antara UPGRIS dengan BNNP Jawa Tengah.(*)