Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi melantik dan melakukan serah terima jabatan empat wakil rektor masa jabatan 2026-2030 dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Pusat Lantai 7, 28 Juli 2026.
Pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian jabatan, melainkan momentum untuk meneguhkan arah kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa UPGRIS semakin adaptif menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa jabatan wakil rektor merupakan amanah strategis untuk mendampingi rektor dalam mengelola universitas secara berkelanjutan.
Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak dibangun oleh satu periode kepemimpinan semata, melainkan merupakan mata rantai yang saling menyambung antargenerasi pemimpin.
Rektor mengingatkan bahwa fondasi yang telah dibangun para pemimpin terdahulu menjadi modal penting bagi UPGRIS untuk terus berkembang. Karena itu, hubungan antara rektor dan para wakil rektor harus dilandasi sinergi, rasa saling percaya, serta kesamaan visi dalam mengembangkan universitas.
“Sinergi tersebut akan semakin kokoh apabila kita menghidupkan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi pegangan bersama, yaitu saling asah, saling asuh, dan saling asih,” ujar Sapto.
Senada dengan itu, Pembina YPLP PT PGRI, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., menekankan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi tidak berhenti pada pengelolaan administrasi. Menurutnya, pimpinan universitas memiliki tanggung jawab memastikan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pembina menilai penelitian yang dilakukan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya berakhir pada publikasi ilmiah, melainkan menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
“Sebagai kumpulan para intelektual, tugas utama perguruan tinggi adalah melaksanakan tridharma. Tidak hanya meneliti dan mengabdi, tetapi lebih dari itu mampu menghasilkan sesuatu yang memberi manfaat,” katanya.
Pembina menambahkan, semangat “berdampak” yang kini menjadi arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi memiliki keselarasan dengan visi yang telah lama dikembangkan UPGRIS melalui semangat “UPGRIS Memberi Makna”. Menurutnya, kedua konsep tersebut sama-sama menempatkan kebermanfaatan sebagai ukuran utama keberhasilan perguruan tinggi.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pimpinan baru menjadikan semangat memberi makna sebagai pola pikir dalam setiap kebijakan dan program kerja. Tantangan pendidikan tinggi yang terus berubah, katanya, menuntut pimpinan untuk adaptif agar setiap langkah yang diambil benar-benar menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.
Empat pejabat yang dilantik ialah Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M., sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Dr. Agus Sutono, S.Fil., M.Phil., sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan.(*)

