Satu Hati, Satu Kerja Warga dan Mahasiswa KKN Bergotong Royong Bangun TPQ NU 36 Darussalam

Semangat gotong royong memancar kuat di Dusun Jati, RT 04/RW 03, Kelurahan Jati, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, sejak pukul 07.00 WIB, warga Desa Jati bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang bahu-membahu melaksanakan kegiatan gotong royong untuk membantu pembangunan TPQ NU 36 Darussalam.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke lokasi pembangunan dengan membawa peralatan masing-masing, mulai dari cangkul, sekop, ember, hingga peralatan bangunan lainnya. Begitu semua berkumpul, pekerjaan langsung dimulai. Sebagian warga membantu mengangkut pasir dan material bangunan, sementara yang lain mencampur bahan dan membantu proses konstruksi.

Mahasiswa KKN turut turun langsung membantu warga mengangkat pasir, membawa batu, mengaduk campuran bahan bangunan, hingga membersihkan area sekitar TPQ. Meski pekerjaan cukup menguras tenaga, suasana tetap terasa menyenangkan karena dikerjakan bersama-sama. Sesekali terdengar candaan dan obrolan ringan di sela-sela kegiatan, membuat suasana kian akrab antara warga dan mahasiswa.

Kegiatan ini bukan sekadar membantu proses pembangunan TPQ, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus merasakan langsung semangat kebersamaan dan kepedulian yang hidup di Desa Jati. Warga pun menyambut baik keikutsertaan mahasiswa KKN, karena kerja sama tersebut membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan lebih cepat.

Usai kegiatan gotong royong, warga dan mahasiswa mengadakan makan bersama sebagai penutup kegiatan sekaligus ajang mempererat silaturahmi. Dalam kesempatan itu, Guntur Saputro, salah satu warga Desa Jati, menuturkan bahwa pembangunan TPQ secara gotong royong bukanlah hal baru bagi warga Dusun Jati.

“Pembangunan TPQ secara gotong royong sudah biasa di Dusun Jati, sudah menjadi kultur kami tanpa memandang perbedaan,” ujar Guntur Saputro, warga Desa Jati.

Sementara itu, Saiful Munir selaku Sekretaris TPQ NU 36 Darussalam mengungkapkan bahwa rencana pembangunan TPQ ini sebenarnya sudah digagas sejak lama, namun sempat tertunda karena kondisi sosial di masyarakat.

“Sebenarnya pembangunan TPQ sudah bisa dimulai lima tahun lalu, tetapi karena keadaan sosial di masyarakat, izin dari desa baru keluar awal Januari, dan keadaan sosial masyarakat mulai mereda bulan Mei kemarin,” jelas Saiful Munir, Sekretaris TPQ NU 36 Darussalam.

Sementara itu, Nur Alam Syah menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN dalam pembangunan TPQ ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, di luar program kerja yang telah dirancang.

“Kami dari mahasiswa KKN ikut membantu pembangunan TPQ ini sebagai salah satu wujud mengabdi di masyarakat sekitar, di luar program kerja kita,” ujar Nur Alam Syah, Koordinator Desa KKN UPGRIS 63.

Kegiatan gotong royong berlangsung hingga seluruh pekerjaan yang direncanakan hari itu selesai. Setelahnya, warga dan mahasiswa bersama-sama membereskan peralatan serta membersihkan area sekitar lokasi pembangunan. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berkesan yang dijalani dengan semangat kebersamaan dan saling membantu.

Ke depan, gotong royong pembangunan TPQ NU 36 Darussalam diharapkan dapat terus berlanjut hingga bangunan rampung sepenuhnya, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai tempat belajar mengaji dan pusat kegiatan keagamaan bagi anak-anak di Desa Jati. (*)