KKN UPGRIS Sosialisasikan Pencegahan Anemia kepada Posyandu Remaja Desa Kediten

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 55 Desa Kediten melaksanakan sosialisasi mengenai anemia kepada peserta Posyandu Remaja pada 8 Agustus 2026 di Balai Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada remaja mengenai pentingnya mengenali, mencegah, dan menangani anemia. Sosialisasi tersebut dipaparkan oleh Septina Putri Cahyaning sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi pengertian anemia, faktor penyebab, gejala, dampak, serta cara mengatasi anemia.

Septina menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah batas normal. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh sehingga kekurangan hemoglobin dapat menyebabkan tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen yang cukup.

“Anemia bukan sekadar kondisi lelah biasa. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengenali gejala dan melakukan upaya pencegahan sejak dini,” ujar Septina.

Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan bahwa anemia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Selain itu, anemia juga dapat disebabkan oleh perdarahan, gangguan produksi sel darah merah, maupun kondisi ketika sel darah merah mengalami penghancuran lebih cepat daripada proses produksinya.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai gejala anemia yang dikenal dengan istilah 5L, yaitu lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai. Gejala lainnya dapat berupa wajah dan bibir pucat, kulit terasa dingin, kuku rapuh, pusing, sakit kepala, napas pendek saat beraktivitas, serta jantung berdebar.

Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan konsentrasi. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menjadi salah satu langkah penting.

Untuk mencegah anemia, peserta dianjurkan memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, hati, dan sayuran berdaun hijau, serta mengimbanginya dengan makanan yang mengandung vitamin C. Konsumsi tablet tambah darah atau suplemen lainnya juga perlu dilakukan sesuai arahan tenaga kesehatan.

Salah satu peserta Posyandu Remaja, Aulia Rahma, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih mengetahui apa itu anemia, gejalanya, serta bagaimana cara mencegahnya. Materi yang disampaikan juga membuat saya lebih memperhatikan pola makan dan kesehatan sehari-hari,” ujar Aulia Rahma.

Ketua Tim KKN Desa Kediten, Muhammad Iqbal Hasan, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan kepada remaja penting dilakukan karena pengetahuan mengenai anemia dapat membantu peserta lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan pola makan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap teman-teman Posyandu Remaja dapat lebih memahami anemia, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya. Kami juga berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhammad.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UPGRIS terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi remaja. Melalui edukasi yang diberikan, mahasiswa berharap peserta Posyandu Remaja dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan anemia sejak dini.(*)