Pelatihan Video Pemasaran Berbasis AI, Perancangan Label Merek, dan Digitalisasi Lokasi Usaha Melalui Google Maps

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran dan daya saing usaha mikro kecil menengah (UMKM) di era digital, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Tirtomulyo melaksanakan kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan pembuatan video pemasaran berbasis Artificial Intelligence (AI), perancangan label merek, dan digitalisasi lokasi usaha melalui Google Maps di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, pada 10 Agustus 2026.

Program tersebut menjadi salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN dengan memberikan pendampingan dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan konten promosi, perancangan label produk, serta digitalisasi lokasi usaha melalui Google Maps.

Sejumlah UMKM yang mendapatkan pendampingan kurang lebih sekitar 16 antara lain Ikhsan Jaya Crispy, Kripik Mak Isah, Kopi Alas Bapang, Sang Tato, Jamu Mak’ut, dan lain-lain. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing usaha.

Dalam pelatihan pembuatan video promosi, mahasiswa mengenalkan pemanfaatan AI mulai dari penyusunan konsep, pembuatan materi visual, hingga pengembangan video pemasaran. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghasilkan konten promosi yang lebih menarik sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara mandiri.

Bu Rohmah, pemilik UMKM Ikhsan Jaya Crispy, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usahanya.

“Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa UPGRIS, saya jadi lebih tahu bagaimana cara memasarkan produk secara digital. Saya juga dibantu membuat label untuk produk Ikhsan Jaya Crispy dan memasukkan lokasi usaha ke Google Maps. Semoga dengan adanya bantuan ini, kripik tempe sagu kami bisa semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak pembeli,” ujar Bu Rohmah.

Selain pemasaran digital, mahasiswa turut memberikan pendampingan dalam memperkuat identitas visual produk melalui perancangan label. Identitas visual dinilai penting karena menjadi bagian yang dapat membantu konsumen mengenali dan membedakan suatu produk.

Koordinator Desa (Kordes) Tirtomulyo, Muhammad Ulil Abshor, menyampaikan bahwa identitas visual memiliki peran penting dalam membangun daya tarik sebuah merek.

“Jika dianalogikan, visual identity merupakan pakaian dari sebuah brand, sedangkan logo adalah wajahnya. Oleh karena itu, sebuah brand selayaknya memiliki tampilan yang menarik agar mampu menarik dan menggait konsumen secara luas,” ujar Muhammad Ulil Abshor.

Pendampingan juga dilakukan melalui digitalisasi lokasi UMKM menggunakan Google Maps. Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan calon konsumen menemukan lokasi usaha sekaligus meningkatkan visibilitas UMKM di ruang digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berupaya membantu pelaku UMKM Desa Tirtomulyo agar lebih siap menghadapi perkembangan pemasaran digital. Pemanfaatan AI, penguatan identitas produk, dan digitalisasi lokasi menjadi langkah yang diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan daya saing produk lokal. (*)