Dari Tangan Bersih Hingga Lingkungan Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Phbs Siswa Mi Ibrohimmiyah

Masa awal memasuki sekolah dasar menjadi waktu yang tepat bagi anak untuk membangun berbagai kebiasaan positif. Melihat hal tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bidang kesehatan mengadakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa kelas 1 MI Ibrohimmiyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan dirancang sebagai pembelajaran sederhana yang mengajak anak mengenali perilaku sehat melalui hal-hal yang mereka lakukan setiap hari. Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga dikaitkan dengan kebiasaan yang dapat dilakukan siswa secara mandiri ketika berada di sekolah maupun di rumah.

Salah satu kegiatan utama dalam edukasi tersebut adalah pengenalan langkah mencuci tangan yang tepat. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memperagakan setiap tahapan, kemudian siswa mengikuti gerakan secara bersama-sama. Dengan cara tersebut, siswa dapat melihat sekaligus mencoba secara langsung apa yang telah dipelajari.

Selain mencuci tangan, siswa juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mahasiswa memberikan beberapa contoh situasi yang dekat dengan aktivitas anak, kemudian mengajak mereka menentukan tindakan yang sebaiknya dilakukan. Pendekatan tersebut membuat materi PHBS terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang aktif dan ceria. Ice breaking digunakan untuk membangun perhatian siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang tidak kaku. Pada bagian akhir, mahasiswa kembali mengajak siswa bermain sambil mengingat kembali materi yang telah diberikan.

Ibu Puji Pusvitasari, wali kelas 1A MI Ibrohimmiyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman tambahan bagi siswa dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan diri.

“Alhamdulillah, anak-anak senang mengikuti kegiatannya. Mereka juga mendapat tambahan pengetahuan tentang bagaimana menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan benar,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan hidup bersih telah menjadi bagian dari aktivitas siswa di sekolah. Edukasi seperti ini dapat membantu mengingatkan kembali anak-anak agar kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan ketika berada di lingkungan sekolah.

“Untuk kebersihan memang sudah dibiasakan setiap hari. Anak-anak tetap perlu diingatkan supaya kebiasaan baik itu terus dilakukan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan edukasi yang melibatkan siswa secara langsung dapat terus dikembangkan sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

“Sudah bagus. Semoga ke depannya semakin baik, lancar, dan sukses,” tambahnya.

Respons positif juga diberikan oleh Ibu Lailatun Nadzifah, S.Pd.I selaku wali kelas 1B. Ia melihat siswa menikmati proses kegiatan karena materi disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

“Anak-anak terlihat senang dan aktif mengikuti kegiatan. Cara penyampaiannya juga menarik untuk anak kelas 1,” ungkapnya.

Ia menilai pemberian contoh secara langsung menjadi salah satu hal yang membantu siswa memahami materi PHBS. Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut akan lebih mudah menangkap suatu kebiasaan ketika mereka melihat contoh dan kemudian diberi kesempatan untuk mempraktikkannya.

“Kalau diberikan contoh secara langsung, anak-anak lebih mudah mengikuti. Mereka juga perlu terus diarahkan agar kebiasaan baiknya semakin terbentuk,” katanya.

Selain materi, interaksi antara mahasiswa KKN dan siswa turut menjadi bagian dari kegiatan. Mahasiswa memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan sederhana seputar kebersihan. Hal ini membuat siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan PHBS tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa kelas 1 untuk memperhatikan kebersihan diri dalam rutinitas mereka. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat dilakukan secara sadar dan berulang hingga menjadi bagian dari keseharian.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS turut mendukung pembentukan kebiasaan positif pada siswa sejak awal mereka mengenal dunia sekolah dasar. Edukasi kemudian ditutup dengan kegiatan bersama dan dokumentasi. (*)