KKN UPGRIS Sosialisasikan Anti Narkoba di MA Manbaul Ulum Desa Tlogorejo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 31 Periode Juli-September menyebarkan seruan “tidak” pada narkoba melalui sosialisasi di Madrasah Aliyah (MA) Manbaul Ulum, desa Tlogorejo, Karangawen, 7 Agustus 2026.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara tatap muka di halaman sekolah MA Manbaul Ulum dengan melibatkan seluruh  siswa kelas 10, 11, dan 12. Penyampaian materi secara interaktif dipaparkan, disertai dengan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja, disertai sesi tanya jawab bersama para siswa.

Materi mengenai definisi narkoba, dampaknya bagi kesehatan dan masa depan, hingga jenis-jenis narkoba disampaikan oleh mahasiswa KKN. Tidak hanya dalam bentuk yang umum dikenal, dijelaskan juga berbagai contoh modus penyalahgunaan yang menyamarkan narkoba dalam bentuk makanan, seperti brownies ganja dan keripik narkoba. Bentuk-bentuk ini mudah terbaur dengan masyarakat dan menjadi kekhawatiran tersendiri terutama di lingkungan remaja.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN menyampaikan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan terpapar narkoba. Hal ini disertai beberapa alasan, seperti rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan untuk dianggap hebat dalam pergaulan, hingga ajakan dari teman sebaya. Kondisi ini yang membuat remaja memerlukan pemahaman yang kuat agar mampu mengambil keputusan yang tepat.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa rasa penasaran untuk mencoba narkoba, bahkan jika hanya mencoba sekali, dapat menghadirkan dampak buruk bagi kesehatan fisik. Mulai dari kerusakan pada organ vital, penurunan sistem imun, adiksi (ketergantungan), sampai overdosis. Sedangkan dampak pada kesehatan mental dimulai dari terganggunya kinerja otak, hingga perubahan emosi yang ekstrem.

“Apakah orang yang mengkonsumsi narkoba bisa disembuhkan? Bisa. Caranya lewat rehabilitasi. Teman-teman tidak perlu takut untuk rehabilitasi, karena biaya ditanggung oleh BNN. Sedangkan yang belum terpapar, diusahakan untuk menghindari,” ujar Nevi Andari Putri Arumsari selaku mahasiswa KKN, menjawab keresahan para siswa.

Guru TIK MA Manbaul Ulum, Pramudya Cahya Rendra, sekaligus pendamping kegiatan sosialisasi memberi apresiasi untuk KKN UPGRIS.

“Saya turut mengikuti sejak awal koordinasi hingga pelaksanaan kegiatan ini. Kami diarahkan dengan baik dan jelas, sehingga kegiatan berjalan lancar dan siswa-siswa mendapat ilmu tambahan,” ungkapnya.

Melalui jargon Anti-Narkotika, para siswa diajak untuk berani memiliki keberanian untuk mengambil sikap tegas terhadap narkoba. Mereka juga didorong untuk berani mengikuti proses rehabilitasi apabila terlanjur terpapar. Siswa juga dibekali kesadaran untuk turut berperan aktif di lingkungan sekitar dengan berani melaporkan adanya pengedaran maupun penyalahgunaan narkoba.

Lewat sosialisasi ini, para siswa diharapkan untuk tidak sekedar memahami teori, namun juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. (*)