Belajar Mengelola Emosi Bersama Karakter Inside Out: Inovasi Mahasiswa KKN untuk Siswa Kelas VI di Candisari

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Berdampak melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Belajar Mengelola Emosi Bersama Karakter Inside Out” bagi siswa kelas VI di SD Negeri 2 Candisari, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut berujuan untuk membantu siswa mengenali berbagai jenis emosi, memahami cara mengekspresikannya secara tepat, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga perasaan diri sendiri dan orang lain.

“Kami memilih pendekatan karakter Inside Out,karena sangat dekat dengan dunia anak-anak. Kami ingin siswa paham bahwa tidak ada emosi yang ‘salah’, baik itu marah, sedih, atau cemas. Semua emosi itu wajar, terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya tanpa merugikan orang lain,” ujar Latifah, selaku Ketua Bidang Pendidikan.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan para siswa. Melalui permainan ringan dan interaksi bersama, siswa terlihat lebih antusias dan berani terlibat dalam kegiatan.

Setelah mengenal berbagai jenis emosi, siswa diajak untuk melakukan refleksi melalui kegiatan bercerita mengenai pengalaman yang pernah mereka alami. Beberapa siswa secara sukarela menceritakan pengalaman ketika merasa senang, sedih, marah, kecewa, takut, maupun ketika menghadapi permasalahan dengan teman. Melalui sesi ini, mahasiswa KKN mengajak siswa memahami penyebab munculnya suatu emosi serta cara yang lebih positif dalam meresponsnya.

Untuk meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa, mahasiswa KKN juga memberikan hadiah kepada siswa yang bersedia maju dan menceritakan pengalaman mereka di depan teman-temannya. Apresiasi tersebut membuat suasana kelas semakin aktif dan mendorong siswa lainnya untuk ikut berbagi cerita.

Materi pengelolaan emosi kemudian dikaitkan dengan persoalan bullying atau perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun menyakiti teman dapat memberikan dampak terhadap kondisi emosional seseorang.

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa memahami bahwa kemampuan mengenali emosi tidak hanya penting untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menumbuhkan empati terhadap perasaan orang lain. Ketika sedang marah atau kesal, misalnya, siswa diajak untuk tidak langsung melampiaskannya kepada teman. Sebaliknya, mereka dapat menenangkan diri terlebih dahulu, mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik, serta meminta bantuan guru atau orang dewasa apabila menghadapi situasi yang sulit.

Suasana kegiatan semakin interaktif melalui kuis mengenai emosi dan bullying. Siswa diminta menjawab berbagai pertanyaan dan mengidentifikasi contoh perilaku yang tepat maupun kurang tepat ketika menghadapi suatu emosi. Kuis tersebut sekaligus digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah diberikan.           

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa kelas VI SD Negeri 1 Candisari dan SD Negeri 2 Candisari tidak hanya mampu menyebutkan berbagai jenis emosi, tetapi juga dapat mengenali, memahami, dan mengelola emosinya dengan lebih sehat. Pemahaman tersebut diharapkan turut membangun keberanian siswa dalam mengungkapkan perasaan, meningkatkan rasa empati, serta mencegah munculnya perilaku bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembelajaran yang dikemas melalui karakter Inside Out, cerita pengalaman, permainan, kuis, dan pemberian apresiasi menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa KKN dalam menghadirkan pendidikan emosional yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan mengenal emosinya sendiri, siswa diharapkan dapat belajar menjadi pribadi yang lebih mampu menghargai diri sendiri sekaligus perasaan orang lain.

“Kegiatan edukasi PEKA dari KKN dinilai sangat bermanfaat, jelas, menginspirasi, dan mengasyikkan bagi murid kelas 6 SDN Candisari 2 dalam mengelola emosi. Guru kelas 6 mengucapkan terima kasih dan berharap ilmu tersebut dapat diamalkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Bu Dwi Handayani, S.Pd.SD., M.Pd selaku wali kelas VI SD Negeri 2 Candisari. Ia memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran edukasi bertema “Belajar Mengelola Emosi Bersama Karakter Inside Out”.