Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Berdampak Kelompok 60 melaksanakan program sosialisasi edukasi kesehatan bertema “Ayo Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang”dan“MPASI Tepat untuk Mencegah Stunting” bagi balita dan ibu hamil di Pos PAUD Putri Kencana V, Dusun Wonokerso, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 60 dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan balita.
Kegiatan diawali dengan kelas balita yang diikuti oleh orang tua dan balita. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
Peserta juga diberikan contoh makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar orang tua dapat memahami dan menerapkan prinsip pemenuhan gizi dalam kehidupan sehari-hari.
Materi “Ayo Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang” yang disampaikan mahasiswa kemudian mendapatkan penguatan dari Bu Umi Khulasoh, A.Md.Keb., Nakes Puskesmas Plantungan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Materi yang disampaikan teman-teman mahasiswa KKN sudah tepat dan cukup membantu. Orang tua jadi lebih paham bahwa gizi seimbang itu penting untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Setelah edukasi gizi seimbang, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi “MPASI Tepat untuk Mencegah Stunting”. Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai prinsip pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sesuai kebutuhan anak, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah stunting.
Materi tersebut turut diperkuat oleh Bu Siti Jumiatun, A.Md.Keb., Bidan PKD Desa Tirtomulyo. Ia menekankan pentingnya pemahaman orang tua mengenai pemberian MPASI yang tepat agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik.
“Materi tentang MPASI ini memang penting sekali, terutama untuk ibu-ibu. Tadi juga sudah disampaikan empat syarat MPASI, yaitu tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta diberikan dengan cara yang tepat,” tuturnya.
Setelah rangkaian kelas balita, kegiatan dilanjutkan dengan kelas ibu hamil. Pada sesi ini, mahasiswa KKN menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan sebagai salah satu langkah dalam mempersiapkan tumbuh kembang anak sejak dini.
Sebagai penutup rangkaian kelas ibu hamil, kegiatan dilanjutkan dengan senam ibu hamil yang diikuti oleh para peserta yang hadir.
“Stunting bisa kita cegah sejak dini dengan memperhatikan asupan gizi anak. Jadi, bukan hanya memastikan anak kenyang, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan bergizi dan pola hidupnya sehat,” ujar Maryam Maya Sari mahasiswa KKN UPGRIS 60.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 60 berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil dan orang tua balita untuk menerapkan pola pemenuhan gizi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko stunting sejak dini.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, melalui pemberdayaan dan edukasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. (*)

