Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Posyandu RW 05, Kelurahan Ngampin. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN UPGRIS dengan Kelas Balita setempat sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan antusias dari para peserta, khususnya ibu-ibu yang memiliki balita. Para ibu terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari menyimak pemaparan materi hingga berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga tumbuh kembang anak.
Ibu Kristiyana selaku Bidan Kelurahan Ngampin turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS cukup membantu pihak puskesmas dalam memberikan penyuluhan mengenai stunting. “Cukup membantu pihak puskesmas dalam memberikan penyuluhan mengenai stunting. Penyampaian materi dapat diterima dan respons ibu balita baik, dapat menerima penjelasan serta mengikuti kegiatan dengan baik,” ungkap Ibu Kristiyana.
Hal serupa disampaikan oleh Desfian Arrohman Azhara Sugiarto selaku Koordinator Desa KKN UPGRIS. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan sosialisasi dapat berjalan lancar dan mendapat antusiasme dari para ibu peserta. “Kami bersyukur sosialisasi pencegahan stunting bersama Kelas Balita di Kelurahan Ngampin berjalan lancar dan mendapat antusiasme dari para ibu peserta.
Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi, ASI eksklusif, MPASI yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan melalui kerja sama keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap edukasi mengenai pencegahan stunting dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para orang tua balita. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong kerja sama yang berkelanjutan antara keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (*)

