Dari Tutup Botol Bekas Jadi Gantungan Kunci, KKN UPGRIS Ajak Ibu-Ibu PKK Berkreasi

Tutup botol bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah disulap menjadi gantungan kunci melalui program kerja Divisi Kesehatan KKN UPGRIS Kelompok 20 bersama ibu-ibu PKK RT 02 RW 05 Kelurahan Kranggan, Ambarawa, pada Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut memanfaatkan tutup botol yang telah dikumpulkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Pengumpulan dilakukan secara bertahap selama kegiatan KKN berlangsung sebagai upaya mengurangi barang bekas yang terbuang sekaligus menyediakan bahan untuk kegiatan daur ulang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak ibu-ibu PKK untuk mengolah tutup botol menjadi gantungan kunci. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi PKK RT 02 RW 05 karena sebelumnya belum pernah dilakukan kegiatan pemanfaatan sampah atau barang bekas menjadi kerajinan.

Antusiasme ibu-ibu terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain menghasilkan kerajinan, kegiatan tersebut juga memberikan pengetahuan sederhana mengenai bagaimana barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi benda yang memiliki nilai guna.

Lina Rahmawati, salah satu anggota PKK RT 02 RW 05, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat, terutama karena dapat menjadi aktivitas produktif bagi ibu rumah tangga sekaligus mengenalkan pemanfaatan barang bekas.

“Ya bagus, bermanfaat untuk masyarakat. Barang bekas yang biasanya dibuang jadi bisa berguna, jadi tadi gantungan kunci,” ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan barang bekas dapat terus dilakukan oleh masyarakat sehingga sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat bahkan berpotensi menghasilkan pendapatan.

“Harapannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dan jadi sampah itu berguna, tidak hanya dibuang saja. Ini nanti juga bisa dijual kan, mendapat pendapatan mungkin,” tuturnya.

Sementara itu, Isna Agustina, salah satu anggota Divisi Kesehatan KKN UPGRIS Kelompok 20, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa untuk mengajak masyarakat lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas. Menurutnya, pengolahan tutup botol dipilih karena bahan tersebut mudah ditemukan dan selama pelaksanaan KKN telah dikumpulkan secara bertahap.

“Kami ingin menunjukkan bahwa barang yang biasanya dianggap sebagai sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kreativitas dengan ibu-ibu PKK. Harapannya, setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa mencoba membuat kerajinan lain dari barang bekas yang ada di rumah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 20 berharap kebiasaan memanfaatkan kembali barang bekas dapat terus diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan sederhana ini juga diharapkan dapat menjadi awal bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkan berbagai kerajinan dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Program tersebut tidak hanya menghasilkan gantungan kunci, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengubah barang yang dianggap tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi. (*)