Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi program kerja lingkungan di Desa Mojoagung, KecamatanPlantungan, Kabupaten Kendal, pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini berfokus pada pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Bersama ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat, para mahasiswa mengajak warga memilah dan memanfaatkan limbah dapur agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Ketua Program Kerja KKN UPGRIS, Rayhan Abrar Musyaffa, turun langsung memimpin sesi edukasi dan praktik pembuatan larutan serbaguna tersebut. Ia memberikan panduan mendalam mengenai pemanfaatan sisa dapur yang selama ini sering kali hanya berakhir di tempat sampah.
“Melalui pemanfaatan eco-enzyme ini, kami ingin membantu masyarakat mengubah pola pikir dari sekadar membuang sampah menjadi mengolahnya sejak dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga, sehingga limbah organik yang ada di lingkungan kita bisa berkurang secara signifikan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Rayhan.
Selain memberikan edukasi secara lisan, Rayhan juga mendemonstrasikan proses fermentasi limbah organik segar yang dicampur dengan gula dan air. Langkah-langkah sederhana tersebut mempermudah ibu-ibu rumah tangga untuk menirunya di rumah. Cairan hasil fermentasi selama tiga bulan ini nantinya dapat difungsikan sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, hingga disinfektan ramah lingkungan.
Inisiatif kepemudaan ini mendapat sambutan hangat dari pihak lingkungan setempat. Ketua RT, Sundhotun, memberikan tanggapannya secara langsung saat menghadiri sesi sosialisasi.
“Kegiatan pelatihan ini sangat membantu dan memberikan ilmu baru yang langsung bisa kami praktikkan, terutama dalam mengelola limbah dapur yang biasanya hanya dibuang begitu saja, sehingga kami berharap warga khususnya ibu-ibu PKK bisa lebih peduli dan konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing,” ungkap Sundhotun.
Merespons pelatihan ini, Sundhotun juga mengajak seluruh anggota PKK untuk menularkan kebiasaan positif tersebut kepada warga sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara tim KKN UPGRIS dan warga RT ini, diharapkan kesadaran akan pengelolaan sampah mandiri dapat terus bertumbuh di masyarakat. (*)

