Empat mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terpilih mengikuti beasiswa Taiwan Experience Education Program (TEEP) di YunTech University, Taiwan. Keempat mahasiswa tersebut menjadi bagian dari 17 mahasiswa asal Indonesia yang memperoleh kesempatan mengikuti program internasional tersebut.
Empat mahasiswa UPGRIS yang terpilih adalah Giordhana Mukti dan Abdillah Fathan Generus Annajah dari Program Studi Teknologi Pangan. Dua mahasiswa lainnya, Cindyana Chintya Bella dan Ananda Haidar Fadhlirrahman, berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Mereka akan menjalani program selama lebih dari empat bulan, mulai 29 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Selama berada di Taiwan, para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman akademik sekaligus berinteraksi dalam lingkungan pendidikan internasional.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UPGRIS akan didampingi dosen Dra. Lusia Maryani Silitonga, M.Pd., Ph.D. Pendampingan tersebut diharapkan membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya baru selama mengikuti program di YunTech University.
Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional memiliki arti penting. Tidak hanya bagi pengembangan kapasitas mahasiswa. Tetapi juga bagi penguatan reputasi perguruan tinggi.
“Program pertukaran mahasiswa internasional ini pasti akan berdampak. Program internasional akan memberikan dampak bagi branding universitas ke depan. Membawa nama baik UPGRIS di dunia internasional,” ucap Rektor saat melepas keberangkatan mahasiswa di Ruang Rektorat UPGRIS, 26 Agustus 2026.
Menurut Rektor, pengalaman mahasiswa selama berada di Taiwan menjadi bagian dari upaya membawa nama UPGRIS ke lingkungan pendidikan global. Karena itu, ia meminta mahasiswa menjaga sikap, karakter, dan integritas selama mengikuti program.
Rektor berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik. Tetapi juga mampu menjadi representasi UPGRIS selama berada di luar negeri. “Tolong ini diperhatikan betul. Karakter dan integritas harus selalu dijaga,” ujarnya.
Keempat mahasiswa tersebut juga mendapatkan dukungan pembiayaan berupa pembebasan biaya SPP selama sekitar 4,5 bulan. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang memperoleh kesempatan mengikuti program internasional.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., mengatakan kesempatan tersebut patut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Menurut dia, tingginya minat mahasiswa untuk mengikuti program membuat proses seleksi berlangsung kompetitif.
“Begitu banyak yang berminat, tetapi sedikit sekali yang bisa memenuhi syarat,” kata Nur Khoiri. Selain memberikan pengalaman belajar di luar negeri, keikutsertaan dalam TEEP juga memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa. Kegiatan selama program akan dikonversikan menjadi 20 satuan kredit semester (SKS).
Dengan demikian, pengalaman internasional yang dijalani mahasiswa tidak hanya menjadi tambahan wawasan dan pengalaman. Tetapi juga terintegrasi dengan perjalanan akademik mereka di UPGRIS. Kesempatan tersebut diharapkan memperluas perspektif mahasiswa sekaligus membangun kesiapan mereka menghadapi lingkungan kerja dan pendidikan yang semakin terhubung secara global. (*)

