Dalam rangka mempercepat akselerasi keuangan digital di tingkat lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tema Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) 2026 menghadirkan program literasi digital berupa pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi para pelaku UMKM mikro di Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 8 Agustus 2026 ini diawali dengan tahap observasi lapangan serta pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Setelah data terhimpun, mahasiswa KKN UPGRIS melanjutkan aksi dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran QRIS secara door to door (menyambangi langsung dari rumah ke rumah atau tempat usaha).
Penanggung Jawab Program Kerja Bidang Literasi Digital KKN UPGRIS, Fara Maylinda F., menjelaskan bahwa inovasi digitalisasi pembayaran ini dirancang untuk mempermudah alur transaksi serta mencatat keuangan usaha secara praktis dan aman.
“Melalui program pembuatan QRIS ini, kami ingin membantu para pedagang mikro agar tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian dan terhindar dari risiko uang palsu. Harapan kami, fasilitas QRIS ini memberikan manfaat nyata serta meningkatkan efisiensi transaksi jual beli pelaku UMKM di Kelurahan Baran,” terang Fara Maylinda F.
Inisiatif ini pun disambut dengan antusiasme tinggi dari para pelaku usaha. Para pemilik warung dan UMKM merasa sangat terbantu karena dapat mengikuti perkembangan teknologi transaksi modern layaknya usaha di perkotaan.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Sekarang warung kami sudah punya QRIS sendiri, jadi pembeli yang mau bayar pakai HP atau pembeli muda tidak perlu bingung lagi,” ungkap salah satu perwakilan UMKM.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Kelurahan Baran, Sugiharto, S.E., atas kontribusi konkret para mahasiswa dalam memodernisasi perekonomian warga.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah jeli melihat kebutuhan warga. Edukasi dan pembuatan QRIS secara door to door ini sangat berdampak langsung bagi kemajuan UMKM mikro di wilayah Kelurahan Baran,” puji Sugiharto, S.E.
Melalui penyerahan QRIS ini, diharapkan ekosistem digital di Kelurahan Baran semakin tumbuh inklusif dan memicu geliat ekonomi masyarakat agar semakin mandiri serta berdaya saing.(*)

