Suasana bimbingan belajar (bimbel) anak-anak SD di Desa Kembangarum terasa berbeda pada Minggu sore ini. Bukan buku dan papan tulis yang menjadi pusat perhatian, melainkan dedaunan segar, kain totebag polos, dan palu kayu kecil yang berjejer rapi di atas meja. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 48 Kembangarum menggelar kegiatan pelatihan ecoprint sebagai salah satu program kerja mereka, mengajak anak-anak setempat mengenal teknik mencetak motif alami di atas kain, 16 Agustus 2026.
Ecoprint merupakan teknik pewarnaan dan pencetakan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tanaman. Motif yang dihasilkan pun unik karena setiap helai daun meninggalkan jejak bentuk dan warna yang berbeda-beda, sehingga motifnya tetap sama tetapi sesuai dengan kreasi anak-anak.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga RT 03, salah satunya Ibu Ratmi, yang biasanya aktif dalam membantu jalannya bimbel di lingkungan tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberi warna baru bagi anak-anak yang biasanya hanya belajar di dalam ruangan.
“Anak-anak di sini jarang sekali diajak praktik langsung seperti ini mbak. Biasanya cuma belajar berhitung atau membaca, sekarang mereka bisa pegang daun, pukul-pukul kain, terus hasilnya jadi tas yang bisa dipakai sendiri. Saya lihat mereka senang sekali, bahkan ada yang enggak mau berhenti,” ujar Ibu Ratmi.
Antusiasme itu juga dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Reva, siswa SD yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Dengan wajah ceria, ia menunjukkan totebag hasil karyanya yang dipenuhi motif daun berwarna hijau kecokelatan.
“Seru banget, kak. Aku baru tahu kalau daun bisa jadi gambar di tas. Tadi aku pilih daun yang bentuknya bagus, terus dipukul-pukul pakai palu sampai warnanya nempel. Aku mau bikin lagi buat dikasih ke mama,” kata Reva sambil memperlihatkan hasil karyanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN yang turut merancang dan mendampingi jalannya kegiatan, Udi Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa program ecoprint ini sengaja dipilih sebagai bentuk edukasi lingkungan sekaligus pengembangan kreativitas anak-anak sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak nggak cuma paham teori tentang alam, tapi juga bisa merasakan langsung bagaimana bahan-bahan di sekitar mereka bisa diolah jadi sesuatu yang bernilai. Selain melatih motorik dan kreativitas, kegiatan ini juga jadi cara sederhana untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini,” jelas Udi.
Ia menambahkan, totebag yang dihasilkan dari kegiatan ini nantinya juga akan dipamerkan sebagai bagian dari dokumentasi program kerja KKN 48 Kembangarum, sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi anak-anak yang telah berpartisipasi.
Kegiatan ecoprint ini menjadi salah satu rangkaian program kerja KKN 48 Kembangarum yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan pendidikan berbasis lingkungan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan semangat belajar sekaligus kepedulian terhadap alam di kalangan generasi muda Desa Kembangarum. (*)

