Karang Taruna Desa Wringin Putih Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkotika Bersama Mahasiswa KKN UPGRIS

Puluhan anggota Karang Taruna Wringin Putih mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkotika yang digelar di GOR Kantor Desa, Kamis (27/8). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja (proker) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang yang menyasar pemuda desa, sebagai upaya bersama mewujudkan desa yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba.

Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan pemuda-pemudi aktif Karang Taruna, mulai dari pelajar hingga pekerja usia produktif. Selama kurang lebih dua jam, peserta mendapatkan materi seputar jenis-jenis narkotika, ciri-ciri pengguna, dampak hukum, hingga dampak kesehatan fisik dan mental akibat penyalahgunaan zat terlarang.

Ketua Karang Taruna Wringin Putih, Mas Asroni, mengungkapkan bahwa wilayahnya belum pernah mendapatkan edukasi serupa secara khusus, padahal isu peredaran narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan.

“Kami di sini selama ini cuma tahu dari berita saja, belum pernah ada yang datang langsung menjelaskan sedetail ini. Mudah-mudahan adik-adik jadi lebih paham, dan yang penting bisa saling mengingatkan sesama teman,” ujar Mas Asroni.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Bapak Babinsa Sertu Mulyadi, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber utama, Bhabinkamtibmas Denny Ilio Martono, S.H. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, dan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup hidup. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengenali teman yang berpotensi menjadi korban hingga langkah yang bisa diambil jika menemukan kasus di lingkungan sekitar.

Denny Ilio Martono, S.H selaku narasumber turut menyampaikan tanggapannya terkait pelaksanaan sosialisasi ini. “Untuk sosialisasi anti narkoba yang dilakukan oleh mahasiswa UPGRIS ini sangat-sangat bagus, karena di sini kita bisa menekankan kepada Karang Taruna maupun pemuda-pemudi Desa Wringin Putih agar bisa mengetahui apa bahaya dari narkoba. Yang saya harapkan pemuda Wringin Putih ini bisa menjauhi narkoba dan mengetahui bahaya-bahaya narkoba,” ujarnya.

Salah satu peserta, Fidellia Faja D.A (20), mengaku mendapat banyak wawasan baru yang selama ini belum ia ketahui. “Ternyata banyak jenis narkoba yang bentuknya mirip jajanan biasa, saya baru tahu. Ini penting banget buat kita yang masih remaja,” katanya.

Koordinator mahasiswa KKN untuk proker ini, Ricky Tino Achmad Zaynurry, berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu momen saja, melainkan dapat ditindaklanjuti oleh Karang Taruna secara mandiri. “Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa terus disebarluaskan ke teman-teman lain yang tidak sempat hadir, supaya manfaatnya lebih luas,” tuturnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemuda-pemudi Karang Taruna Wringin Putih dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungannya masing-masing dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa dari ancaman peredaran gelap narkoba.