Kenalkan Komposter EM4 Berbahan Ember Bekas Cat, Dorong Pengelolaan Sampah Organik di Desa Bergas Kidul

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 08 mengenalkan komposter sederhana berbahan ember bekas cat dengan tambahan EM4 kepada masyarakat Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa (1/9/2026). Program ini bertujuan mendorong masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga dengan cara sederhana, hemat, dan ramah lingkungan.

Komposter dibuat dengan memanfaatkan kembali ember bekas cat sebagai wadah pengolahan sampah organik. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, jenis sampah yang dapat dikomposkan, serta penggunaan EM4 (Effective Microorganisms 4) sebagai bioaktivator yang membantu proses penguraian bahan organik.

Sampah yang dapat dimasukkan ke dalam komposter antara lain sisa sayuran, sisa makanan, daun, dan limbah organik rumah tangga lainnya. Masyarakat juga diarahkan untuk memisahkan sampah organik dari sampah anorganik sebelum proses pengomposan dilakukan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, komposter yang telah disiapkan mahasiswa kemudian diserahkan kepada Bapak Tarno selaku Ketua RW 1 Desa Bergas Kidul dan Bapak Putut selaku Ketua RW 2 Desa Bergas Kidul. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah yang dapat diterapkan bersama masyarakat di lingkungan RW.

Bapak Tarno, Ketua RW 1 Desa Bergas Kidul, menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS.

“Komposter ini cukup sederhana dan bahannya mudah ditemukan. Kami berharap warga dapat memanfaatkannya untuk mengurangi sampah organik dari rumah dan mengolahnya menjadi kompos yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Andika Bayu, Perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 08, menjelaskan bahwa pemanfaatan ember bekas cat dipilih agar pengolahan sampah dapat dilakukan dengan bahan yang mudah diperoleh dan tidak membutuhkan biaya besar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari hal sederhana. Ember bekas cat dapat dimanfaatkan sebagai wadah komposter, sedangkan EM4 digunakan sebagai bioaktivator untuk membantu proses penguraian. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan penggunaan komposter ini secara mandiri,” jelas Andika.

Bapak Putut, Ketua RW 2 Desa Bergas Kidul, juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Adanya komposter ini menjadi langkah awal untuk mengajak warga memilah sampah dari rumah. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik dan diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan RW,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 08 berharap kesadaran masyarakat terhadap pemilahan dan pengolahan sampah semakin meningkat. Pemanfaatan komposter berbahan ember bekas cat dengan EM4 diharapkan dapat membantu mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (*)