Maraknya peredaran narkoba yang menyasar generasi muda mendorong Mahasiswa KKN Kelompok 21 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi pencegahan di SMK Masehi PSAK Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan bertajuk “Kenali dan Hindari Bahaya Narkoba untuk Masa Depan Gemilang” ini diikuti puluhan siswa kelas 10 dan 11.
Dua perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS, Jade Gadis Prajnamita dan Faiz Anasril Ilham, memaparkan materi mengenai jenis-jenis zat terlarang, dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga konsekuensi hukum bagi penggunanya.
Siswa juga dibekali keterampilan mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar serta langkah tegas menolak ajakan penyalahgunaan narkoba.
Guru Bahasa Indonesia SMK Masehi PSAK, Kristianingsih, S.Pd., merespons positif edukasi ini. Menurutnya, pemakaian narkoba sangat merusak konsentrasi dan semangat belajar siswa.
“Dampak narkoba sangat merugikan kesehatan. Konsentrasi siswa menjadi terganggu, mereka mudah mengantuk, lesu, dan kehilangan semangat belajar,” tutur Kristianingsih.
Antusiasme peserta terlihat saat simulasi penolakan tawaran narkoba yang berkamuflase sebagai permen, hingga sesi pembuatan jargon anti-narkoba secara berkelompok. Salah satu siswa kelas 11, Via, mengaku simulasi tersebut membuka wawasan peserta.
“Narkoba merusak pola pikir, merenggangkan hubungan dengan orang tua dan teman, serta menghancurkan masa depan,” ungkapnya.
Guru Manajemen Perkantoran, Tuti Haryati, S.Pd., turut mengingatkan bahwa kecanduan zat terlarang dapat merusak jiwa dan raga remaja. Menutup kegiatan, Ilham berharap sosialisasi ini mampu membentengi para siswa dari ancaman narkoba secara berkelanjutan. (*)

