Batursari, Demak tanggal 12 Agustus 2026, Kelompok 47 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja di bidang pendidikan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada peserta didik di Yayasan Insan Teladan, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut mengangkat sejumlah materi penting yang berkaitan dengan pembentukan generasi muda yang berkarakter, yaitu anti-bullying, pendidikan karakter, pencegahan pelecehan seksual, antikorupsi, serta edukasi mengenai bahaya narkoba. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun sikap, karakter, kesadaran diri, dan perilaku positif peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan izin dan dukungan dari Ibu Siti Ruqoyah, S.Pd.SI selaku Kepala Sekolah Yayasan Insan Teladan. Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 47 dapat memberikan edukasi secara langsung kepada peserta didik melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan lingkungan dan usia mereka.
Siti Ruqoyah, S.Pd.SI selaku Kepala Sekolah Yayasan Insan Teladan menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Kami dari pihak yayasan menyambut baik dan mendukung penuh program edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS. Materi yang disampaikan sangat relevan dan dibutuhkan oleh peserta didik, terutama dalam membentuk karakter dan kesadaran diri sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Pada materi anti-bullying, peserta didik diajak memahami bentuk-bentuk perundungan serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun lingkungan sekolah. Mahasiswa juga mengajak peserta didik untuk berani menolak tindakan bullying dan membangun kebiasaan saling menghormati.
Materi pendidikan karakter diberikan untuk menanamkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, sopan santun, serta sikap saling menghargai. Sementara itu, edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual diarahkan pada pemahaman tentang batasan diri, pentingnya menjaga diri dan menghormati orang lain, serta keberanian untuk mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang tidak aman.
Selain itu, peserta didik mendapatkan edukasi mengenai antikorupsi dengan menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak dini. Mahasiswa KKN menekankan bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, bertanggung jawab terhadap tugas, dan berani melakukan hal yang benar.
Materi bahaya narkoba juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta didik diberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif dan berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat membahayakan masa depan.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 47 Batursari berharap peserta didik Yayasan Insan Teladan dapat memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga diri, menghargai sesama, menjauhi perilaku negatif, serta menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Tiara Wahyu Aulia selaku Koordinator Desa KKN Kelompok 47 Batursari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam bidang pendidikan di Desa Batursari. “Kami berharap kegiatan edukasi ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi lingkungan Yayasan Insan Teladan secara keseluruhan,” ungkapnya.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi wujud nyata mahasiswa KKN dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui bidang pendidikan. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk memberikan materi, tetapi juga berupaya membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan karakter, perlindungan diri, pencegahan bullying, antikorupsi, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan Yayasan Insan Teladan dapat terus menjadi lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, berani, dan bertanggung jawab. (*)

