KKN UPGRIS Kelompok 44 Gelar Sosialisasi Bahaya Narkotika

Kelompok 44 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada pemuda Desa Tegalarum. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan para pemuda Desa Tegalarum sebagai peserta. Mahasiswa KKN memberikan informasi dan pemahaman mengenai narkotika, bahaya penyalahgunaannya, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, hingga masa depan seseorang.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga mengajak para pemuda untuk berdiskusi santai mengenai kondisi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan cara menghindarinya.

Sosialisasi mencakup pengenalan mengenai narkotika, mulai dari berbagai dampak penyalahgunaan narkotika, faktor yang dapat menyebabkan seseorang terjerumus, serta pentingnya keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membawa pada penyalahgunaan narkotika. Para pemuda juga diajak untuk memahami bahwa menjaga diri dari narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

Salah satu perwakilan Tim KKN 44 UPGRIS, Shouma Zalzabila, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi muda di Desa Tegalarum. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu dilakukan agar pemuda tidak hanya mengetahui bahwa narkotika berbahaya, tetapi juga memahami dampak yang dapat terjadi apabila seseorang mulai terjerumus dalam penyalahgunaannya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para pemuda Desa Tegalarum untuk lebih memahami bahaya narkotika dan dampaknya bagi kehidupan. Harapannya, setelah mendapatkan informasi ini, mereka bisa lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan dan berani menolak hal-hal yang dapat membawa mereka ke penyalahgunaan narkotika. Kami juga berharap pemuda di sini bisa saling mengingatkan dan menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih positif,” jelasnya.

Menurut Kelompok 44 KKN UPGRIS, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang sudah terlibat dalam penyalahgunaan. Edukasi dan peningkatan kesadaran menjadi bagian penting untuk mencegah hal tersebut sejak awal. Oleh karena itu, keterlibatan pemuda dalam kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian bersama di lingkungan Desa Tegalarum.

Salah satu perwakilan remaja Desa Tegalarum, Rendi, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi dirinya dan peserta lainnya. Ia mengaku sebelumnya mengetahui bahwa narkotika berbahaya, tetapi melalui kegiatan tersebut dirinya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai dampak dan risiko yang dapat ditimbulkan.

“Menurut saya, sosialisasi ini bagus dan bermanfaat karena kita jadi lebih tahu tentang bahaya narkotika dan dampaknya. Kadang kita cuma tahu narkoba itu berbahaya, tapi belum tahu secara jelas dampaknya seperti apa. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih paham dan tentunya harus lebih hati-hati dalam bergaul supaya tidak terjerumus ke hal-hal seperti itu,” ujar Rendi, perwakilan remaja Desa Tegalarum.

Rendi juga berharap kegiatan yang memberikan edukasi kepada pemuda dapat terus dilakukan karena menurutnya informasi mengenai bahaya narkotika penting untuk diketahui oleh remaja. Selain menambah pengetahuan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi pengingat agar para pemuda tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan yang dapat memberikan dampak buruk.

“Menurut saya, kegiatan seperti ini penting untuk remaja karena kita bisa saling mengingatkan. Apalagi sekarang pergaulan semakin luas, jadi kita harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Semoga ke depannya ada kegiatan seperti ini lagi supaya teman-teman juga semakin sadar,” tambah Rendi.

Antusiasme pemuda terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pemuda terlibat aktif dalam diskusi yang dilakukan bersama mahasiswa KKN. Interaksi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menyampaikan pandangan mereka mengenai pergaulan remaja dan pentingnya menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.

Selain memberikan edukasi kepada pemuda, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk memahami kondisi sosial dan lingkungan pergaulan generasi muda di Desa Tegalarum. Interaksi secara langsung dengan para peserta membuat mahasiswa dapat melihat bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, serta para pemuda memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang sehat dan memiliki kegiatan positif. Pemuda juga diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi dapat ikut menyebarkan kesadaran kepada teman-teman di lingkungan sekitarnya.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 44 berharap pemuda Desa Tegalarum dapat semakin memahami pentingnya menjaga diri, bijak dalam memilih pergaulan, serta berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkotika. Kesadaran yang dibangun sejak sekarang diharapkan dapat menjadi langkah untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan Desa Tegalarum. (*)