Narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda, tak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar yang rentan terpapar informasi tanpa pemahaman yang tepat. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 5 menggelar sosialisasi anti-narkoba bagi siswa kelas 6 SD Negeri Randugunting, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (11/8/2026). Program ini digagas untuk membentengi siswa sejak dini dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, lengkap dengan jenis-jenis yang sering disalahgunakan. Mahasiswa KKN juga memaparkan ciri-ciri fisik maupun perilaku seseorang yang terpapar narkoba, mulai dari perubahan pola tidur, penurunan konsentrasi belajar, hingga perubahan sikap yang mencolok terhadap keluarga dan teman.
Selain memaparkan jenis dan ciri-cirinya, materi juga menekankan dampak jangka panjang narkoba terhadap kesehatan tubuh, prestasi belajar, hingga masa depan seseorang. Mahasiswa KKN mengajak siswa memahami bahwa narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi keluarga dan orang-orang di sekitar.
Untuk membekali siswa menghadapi situasi berisiko, mahasiswa KKN turut mengajarkan teknik sederhana menolak ajakan atau tawaran mencoba narkoba, seperti tegas mengucapkan penolakan, segera menjauh dari lingkungan yang mencurigakan, dan melaporkan kepada guru atau orang tua apabila menemui hal-hal yang mencurigakan di sekitar mereka.
Suasana kelas terlihat hidup sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa antusias menjawab kuis interaktif seputar materi yang disampaikan, sementara mahasiswa KKN memberikan apresiasi berupa tepuk tangan bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar guna menjaga semangat belajar.
Penanggung jawab kegiatan, Anis Arifa, menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting dilakukan sejak usia sekolah dasar agar siswa memiliki bekal pengetahuan dan sikap waspada terhadap bahaya narkoba sejak dini.
“Usia sekolah dasar itu masa penting untuk menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba. Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu bahwa narkoba itu berbahaya, tapi juga paham bagaimana cara menolak dan melindungi diri jika suatu saat menghadapi situasi yang berisiko,” ujar Anis Arifa.
Kepala SD Negeri Randugunting, Ibu Fajar Kurnianingsih, S.Pd.SD, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal awal bagi siswa dalam menghadapi pergaulan yang semakin luas seiring bertambahnya usia.
“Anak-anak sekarang perlu dibekali pemahaman sejak dini, apalagi pergaulan mereka akan semakin luas ke depannya. Semoga dengan sosialisasi ini, siswa lebih waspada dan berani menolak jika suatu saat ditawari hal-hal yang berbahaya,” ujarnya.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 mengajak seluruh siswa mengucapkan ikrar bersama untuk menjauhi narkoba dan menjaga diri agar tetap berada di lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 berharap siswa kelas 6 SD Negeri Randugunting dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas memilih pergaulan, memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkoba, serta mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran anti-narkoba di lingkungan sekitarnya. (*)

