KKN UPGRIS Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD Negeri Ngemplak lewat Film, Afirmasi Positif, dan “Surat Rahasiaku”

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, menggelar edukasi anti-bullying bagi siswa kelas IV SD Negeri Ngemplak, Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampaknya bagi korban, serta cara bersikap ketika melihat atau mengalami bullying. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Rita Dina Amalia, mengatakan edukasi tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan bullying, tetapi juga mengajak siswa memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain.

“Anak-anak perlu memahami bahwa sesuatu yang dianggap bercanda belum tentu terasa lucu bagi temannya. Jika ucapan atau tindakan membuat orang lain merasa takut, malu, sedih, atau tersisih, mereka harus belajar berhenti dan memperbaiki sikap. Kami juga ingin anak-anak berani bercerita ketika mengalami sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman,” kata Rita.

Setelah materi, siswa diajak menonton film “Mana Janji Ayah” sebagai media refleksi mengenai perasaan, keluarga, dan kepedulian terhadap sesama. Suasana menjadi haru ketika sejumlah siswa terlihat menangis saat menyaksikan film tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Janji Anti-Bullying. Para siswa bersama-sama berkomitmen untuk tidak mengejek, menyakiti, mengucilkan, maupun melakukan tindakan perundungan terhadap teman. Mereka juga diajak merangkul diri sendiri sambil mengucapkan afirmasi positif sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri.

Rangkaian kegiatan ditutup melalui “Surat Rahasiaku”, yakni ruang bagi siswa untuk menuliskan isi hati secara pribadi, mulai dari persoalan pertemanan, keluarga, pengalaman pribadi, hingga pengalaman bullying yang sulit disampaikan secara langsung.

Kepala SD Negeri Ngemplak, Ali Nasud, S.Pd., menyampaikan bahwa upaya pencegahan bullying merupakan perhatian penting bagi sekolah. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Demak agar lembaga pendidikan aktif memantau dan mencegah bullying sehingga siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

“Terkait dengan bullying, memang sudah disarankan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Demak agar pihak sekolah betul-betul memantau dan melaksanakannya, sehingga anak bisa belajar di sekolah dengan nyaman dan apa yang menjadi idaman prestasi di sekolah bisa tercapai. Terima kasih kepada KKN mahasiswa UPGRIS yang ikut berpartisipasi di SD Negeri Ngemplak terkait dengan bullying,” ujar Ali Nasud.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 39 berharap edukasi anti-bullying tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, penuh empati, dan saling menghargai. (*)