Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 10 melaksanakan kegiatan pengabdian sekaligus mendampingi langsung usaha rumahan Tahu Bakso milik Ibu Iswiarti dan Bapak Adip di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Usaha ini merupakan warisan turun-temurun dari Bu Mun yang senantiasa dijaga keaslian rasa dan kualitasnya hingga sekarang.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa diajak menyaksikan secara dekat seluruh proses pembuatan tahu bakso, mulai dari menyiapkan bahan, mengisi adonan ke dalam tahu, hingga mengukusnya sampai matang sempurna. Bukan hanya mengamati, mahasiswa bahkan diberi kesempatan mencoba membuatnya sendiri, dibimbing dengan penuh kesabaran dan keramahan oleh Ibu Iswiarti beserta Bapak Adip.
Ibu Iswiarti bercerita bahwa meskipun pengelolaannya masih sederhana, tahu bakso buatannya sudah memiliki pelanggan setia yang datang dari tempat cukup jauh, seperti Jakarta, Kebumen, sampai Temanggung. Untuk tenaga kerja pun diatur secara luwes, karyawan baru membantu bekerja jika pesanan sedang membludak agar produksi berjalan pas sesuai kebutuhan. Selama ini, penjualan masih dilakukan secara tradisional hanya di sekitar lingkungan rumah.
Melihat potensi yang sangat besar, tim KKN berinisiatif memberikan dukungan nyata untuk memajukan usaha tersebut. Mereka membantu merancang desain logo kemasan agar tampilan produk lebih menarik dan mudah diingat orang, serta membimbing sekaligus membantu membuka akun toko daring agar jangkauan pembeli bisa lebih luas. Selain itu, mahasiswa juga memberikan saran penggunaan kemasan beku agar tahu bakso lebih tahan lama, aman dikirim ke luar daerah, dan kualitas rasanya tetap terjaga.
Ibu Iswiarti menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta bantuan para mahasiswa. Beliau merasa senang bisa disapa ramah oleh anak-anak KKN dan sangat terbantu dengan gagasan-gagasan baru yang diberikan untuk memajukan usaha keluarganya.
“Kami sungguh senang disambut baik dan didatangi anak-anak KKN. Bantuan membuat logo serta mengajarkan cara berjualan lewat internet sangat berguna sekali, semoga usaha kami bisa makin maju dan dikenal banyak orang,” ujar Ibu Iswiarti.
Sementara itu, Bapak Adip menyampaikan ungkapan sederhana namun tulus. Beliau sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan, merasa senang bisa menyambut mahasiswa dengan akrab, sekaligus berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka kelak jika ingin mendirikan usaha sendiri.
“Terima kasih banyak sudah datang dan bersedia membantu kami dengan tulus. Kami senang sekali bisa menyambut kalian dengan ramah di sini. Semoga semua pengalaman dan ilmu yang didapat dari tempat kami bisa menjadi bekal baik bagi kalian, jika suatu saat nanti ingin membuka usaha sendiri,” ucap Bapak Adip dengan hangat.
Mewakili seluruh anggota kelompok, Arif Arya Kusuma sebagai ketua KKN UPGRIS Kelompok 10 menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena diterima dengan sangat baik oleh keluarga pemilik usaha. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi manfaat bagi warga, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pelaku usaha sungguhan.
“Kami merasa sangat beruntung bisa diterima dengan begitu ramah dan diajak belajar langsung membuat tahu bakso. Semoga sedikit bantuan yang kami berikan bisa berguna dan membawa perubahan baik bagi usaha Ibu Iswiarti dan Bapak Adip,” Arif Arya Kusuma ungkap ketua kelompok.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama yang baik antara generasi muda dengan pelaku usaha kecil terus terjalin erat. Usaha Tahu Bakso warisan ini diharapkan makin berkembang pesat, bisa menjangkau pasar yang lebih luas, serta turut meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar Kelurahan Wujil.(*)

