Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan dan pemanfaatan pestisida anti-hama ramah lingkungan pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi para anggota Kelompok Tani Sido Makmur yang bertempat di RW 02, Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Program kerja ini dirancang sebagai bentuk misi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Fokus utamanya adalah membantu petani mengatasi keluhan serangan hama pengganggu dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang praktis, murah, dan mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari.
Formulasi pestisida organik yang diperkenalkan ini memanfaatkan bahan dasar irisan cabai yang direbus, air, serta sabun pencuci piring. Ketiga bahan tersebut dicampur hingga membentuk cairan biang pestisida pekat. Saat akan diaplikasikan ke pertanaman, cairan biang ini dilarutkan kembali ke dalam 3 hingga 4 liter air bersih. Kandungan kapsaisin pada cabai bertindak sebagai pengusir hama alami, sementara sabun berfungsi sebagai zat perekat agar racun organik menempel pada daun.
Koordinator Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Tambakboyo menjelaskan bahwa inovasi ini hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan biaya operasional pertanian yang terus meningkat. “Bahan-bahannya sangat terjangkau dan mudah didapatkan di dapur. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pengendalian hama tidak harus bergantung pada obat-obatan kimia yang mahal dan berpotensi merusak struktur tanah.” Khurul’aini Septya Naylla.
Penggunaan racun organik ini dinilai sangat efektif untuk mengendalikan populasi hama serangga mikro, seperti serangga pengganggu, semut, hingga kutu daun (aphids). Diharapkan, dengan terkendalinya hama tersebut, pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman pertanian warga tidak terhambat.
Pestisida alternatif ini sangat fleksibel dan cocok diaplikasikan pada berbagai jenis komoditas pertanian, mulai dari tanaman padi, berbagai jenis sayuran, hingga buah-buahan. Petani disarankan untuk mengaplikasikannya dengan cara menyemprotkan larutan secara merata ke bagian daun dan batang tanaman sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu.
Ketua Kelompok Tani Sido Makmur RW 02 Tambakboyo menyambut baik inisiatif yang dibawakan oleh para mahasiswa. Menurutnya, pengetahuan baru ini sangat aplikatif dan langsung menjawab kebutuhan para petani lokal di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dari adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Cara pembuatannya gampang dan hemat biaya. Ini tentu sangat membantu kami dalam menjaga kualitas panen tanpa harus keluar modal besar,” Pak Pujono.
Bu Tri Harini Penyuluh Pertanian Kecamatan Ambarawa, mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang. “Mereka memberikan sosialisasi tentang pestisida nabati, bagaimana menggunaka pestisida nabati, bagaimana cara membuatnya dan pengaplikasiannya. Saya apresiasi karena sebelum mereka mensosialisasikan, walaupun bukan dari basic pertanian, mereka mau belajar.”
Melalui sosialisasi ini, Kelompok Tani Sido Makmur tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis baru, tetapi juga dorongan untuk beralih ke pola pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ditutup dengan pembagian produk hasil pembuatan dari kelompok 22 KKN Universitas PGRI Semarang. (*)

