Pemberdayaan Lingkungan melalui Penanaman Tanaman Obat Keluarga oleh Mahasiswa KKN UPGRIS 2026

Sebanyak 16 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) 2026 menggelar kegiatan pemberdayaan lingkungan berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan penyebaran bibit ikan di kawasan Kantor Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin (24/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN UPGRIS yang menyasar sektor lingkungan dan ketahanan pangan keluarga di tingkat kecamatan. Program ini digagas sebagai respons atas potensi lahan pekarangan kantor yang sebenarnya dapat dioptimalkan untuk kegiatan produktif, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun ketahanan pangan lokal. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini turut disambut baik oleh perangkat Kecamatan Mranggen.

Dalam kegiatan penanaman TOGA, mahasiswa bersama perangkat kecamatan menanam berbagai jenis tanaman obat, di antaranya kumis kucing, rosemary, alang-alang, dan rosella, di area pekarangan Kantor Kecamatan Mranggen. Pemilihan keempat jenis tanaman tersebut didasarkan pada manfaat kesehatannya yang sudah dikenal luas di masyarakat. Kumis kucing dikenal bermanfaat untuk kesehatan ginjal dan saluran kemih, rosella kerap dimanfaatkan sebagai antioksidan alami, sementara rosemary dan alang-alang memiliki khasiat masing-masing dalam pengobatan tradisional maupun sebagai bahan herbal sehari-hari.

Proses penanaman dilakukan secara bergotong royong, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan bedengan sederhana, hingga penanaman bibit satu per satu. Mahasiswa juga memberikan penjelasan singkat kepada perangkat kecamatan mengenai cara perawatan tanaman TOGA agar dapat tumbuh optimal dan terus dimanfaatkan dalam jangka panjang. Penanaman TOGA ini bertujuan untuk mendorong kemandirian kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional, sekaligus menghidupkan kembali lahan pekarangan kantor yang sebelumnya kurang termanfaatkan.

Selain penanaman TOGA, mahasiswa juga melaksanakan penyebaran bibit ikan sebanyak 50 ekor jenis nila ke kolam yang berada di area Kantor Kecamatan Mranggen. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal budi daya ikan skala kecil yang berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemanfaatan aset kolam kantor secara lebih produktif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Moh. Ibnu Fauzy, selaku Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN UPGRIS di Kecamatan Mranggen, menjelaskan latar belakang dan harapannya atas kegiatan tersebut. “Kegiatan penanaman TOGA dan penyebaran bibit ikan ini kami harapkan bisa menjadi contoh nyata bahwa lahan kosong dapat dioptimalkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik untuk kesehatan maupun ketahanan pangan. Kami senang melihat antusiasme perangkat kecamatan yang turut serta dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kami tanam hari ini terus dirawat dan menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk melakukan hal serupa,” ujar Ibnu penuh optimisme.

Sementara itu, pihak Kecamatan Mranggen turut menyambut positif kegiatan penanaman TOGA dan penyebaran bibit ikan yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS. Perangkat Kecamatan Mranggen, Zulfikar Amru Pratama, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemanfaatan lahan pekarangan kantor secara lebih produktif.

“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS yang tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memikirkan pemanfaatan lahan jangka panjang melalui penanaman TOGA dan budi daya ikan. Ini menjadi contoh baik bagi kami untuk terus merawat dan mengembangkan apa yang sudah ditanam dan disebar hari ini,” ujar Zulfikar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kehadiran TOGA dan bibit ikan di lingkungan Kantor Kecamatan Mranggen dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat sekitar untuk menerapkan hal serupa di lingkungan masing-masing. Kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian jangka panjang terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fasilitas publik dan pelestarian fungsi ekologis di sekitarnya.

Ke depannya, kegiatan pemberdayaan lingkungan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada tahap penanaman dan penyebaran bibit semata, melainkan dapat terus dipantau dan dirawat secara berkelanjutan oleh perangkat kecamatan maupun masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)