Sosialisasi Anti-Bullying di Kelas 5 SD Negeri Waru

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 melaksanakan program kerja utama di bidang pendidikan dan penguatan karakter berupa sosialisasi pencegahan perundungan (anti-bullying) kepada siswa-siswi kelas 5 di SD Negeri Waru, Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kegiatan edukatif ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam merespons pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan maupun intimidasi antar sesama siswa. Melalui kegiatan ini, para siswa kelas 5 diajak untuk memahami secara mendalam tentang hakikat perundungan, dampak negatif psikologis maupun sosial yang ditimbulkannya, serta pentingnya membangun rasa saling menghormati dan menanamkan sikap empati dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN memberikan pemahaman komprehensif mengenai jenis-jenis perundungan yang rentan terjadi di lingkungan sekolah dasar, mulai dari perundungan fisik, perundungan verbal seperti mengejek atau mengolok-olok nama orang tua, perundungan sosial dengan cara mengucilkan teman, hingga bahaya cyberbullying. Siswa dibekali pengetahuan mengenai bahaya laten perundungan yang dapat menurunkan rasa percaya diri, mengganggu konsentrasi belajar, hingga memicu kecemasan mendalam pada korban.

Agar proses penyampaian materi berlangsung komunikatif dan menarik perhatian anak-anak, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 mengemas sosialisasi secara interaktif. Rangkaian kegiatan diawali dengan penayangan video animasi edukatif mengenai bahaya bullying, dilanjutkan dengan penyampaian materi anti-bullying, kuis refleksi diri untuk mengukur pemahaman siswa, serta kegiatan ice breaking yang meriah untuk mencairkan suasana kelas.

Pada puncak sesi, seluruh siswa kelas 5 diajak untuk menuliskan pengalaman serta isi hati mereka ketika pernah merasa di-bully atau melihat tindakan perundungan. Tulisan tersebut kemudian dibacakan bersama dan ditempelkan pada papan interaktif yang dinamai “Pohon Ungkapan” sebagai media pelepasan emosi sekaligus komitmen bersama untuk saling merangkul.

Kepala SD Negeri Waru, Ibu Sri Hidayah, S.Pd., M.Pd., merespons positif tentang diadakannya sosialisasi anti-bullying ini. Menurutnya, edukasi ini sangat bermanfaat bagi siswa kelas 5.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan sosialisasi anti-bullying ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan program ini dengan sangat baik. Edukasi seperti ini sangat penting dan bermanfaat, khususnya bagi siswa kelas 5, sebagai fondasi pembentukan karakter serta moral mereka sebelum menginjak usia yang lebih dewasa,” ungkapnya

Kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga diajak berefleksi dan berpraktik secara langsung. Penyampaian materi yang interaktif membuat anak-anak lebih mudah memahami isi pesan dan termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun lingkungan rumah.

Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Waru, Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha , menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang memiliki sifat dan sikap teladan.

“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, adik-adik di kelas 5 SD Negeri Waru dapat mengerti betapa pentingnya saling merangkul dan menghargai perbedaan. Kami ingin mencegah perilaku saling mengejek sejak dini dan menanamkan keberanian pada anak-anak untuk bersuara dan katakan ‘STOP JANGAN BULLY AKU’. Semoga kebiasaan saling menyayangi ini terus diterapkan, baik di dalam kelas maupun di rumah,” ujar Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha Ketua Tim KKN Desa Waru.

Melalui pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak di SD Negeri Waru, sehingga para siswa dapat belajar dan berkembang dalam suasana yang aman, kondusif, dan harmonis.(*)