Tim KKN UPGRIS Rancang Logo dan Kemasan Baru Keripik Talas Desa Gondoriyo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja unggulan bidang kewirausahaan dengan mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Keripik Talas di Dusun Setro, Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/8/2026). Pendampingan ini difokuskan pada pembaruan desain logo dan pelabelan kemasan untuk meningkatkan daya tarik dan legalitas produk di pasaran.

Kegiatan pendampingan ini diawali dengan perancangan stiker kemasan yang kini memuat identitas merek, logo yang lebih modern, serta detail komposisi bahan. Selain membantu dari sisi branding, tim KKN juga terjun langsung mendampingi dan membantu seluruh proses produksi keripik talas guna memastikan kualitas produk yang dikemas.

Proses produksi dimulai dari tahap pengupasan dan pengirisan talas. Untuk menghilangkan getah dan menjaga kualitas, irisan talas dicuci bersih sebanyak tiga kali, dengan cucian pertama menggunakan campuran garam. Setelah itu, talas direndam di dalam larutan soda kue selama 30 menit.

Setelah ditiriskan, keripik memasuki tahap penggorengan. Terdapat teknik khusus yang diterapkan, yakni bumbu baru ditaburkan ketika keripik sudah dalam keadaan setengah matang di wajan agar cita rasanya meresap sempurna. Kegiatan diakhiri dengan proses packaging (pengemasan) produk ke dalam plastik tebal, penyegelan, serta penempelan stiker desain terbaru hasil karya tim KKN.

Sulastri, Pemilik UMKM Keripik Talas Dusun Setro, mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa. “Saya sangat berterima kasih dan terbantu oleh adik-adik KKN. Dengan adanya stiker kemasan dan logo baru ini, keripik talas buatan saya jadi terlihat jauh lebih menarik dan rapi. Harapannya penjualan bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Pembaruan kemasan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar UMKM setempat. Ainis Salafyah, Koordinator Bidang Kewirausahaan KKN UPGRIS Desa Gondoriyo, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk lokal.

“Kami melihat keripik talas Bu Sulastri memiliki potensi rasa yang sangat enak dan renyah. Melalui sentuhan desain kemasan yang memuat komposisi serta branding yang jelas, kami berharap produk UMKM Dusun Setro ini mampu bersaing dengan produk camilan modern lainnya di pasaran,” ungkap Ainis Salafyah.

Melalui program kerja kewirausahaan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Gondoriyo dapat terus berinovasi, semakin mandiri, dan mampu memaksimalkan potensi ekonomi desa.(*)