Masa pubertas seringkali menjadi fase yang membingungkan bagi anak-anak usia sekolah dasar jika tidak dibekali dengan informasi dan pendampingan yang tepat. Menyadari pentingnya hal tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi pubertas bagi siswa kelas 6 di SD Panjang 04.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini digerakkan langsung oleh 17 mahasiswa anggota KKN UPGRIS. Kehadiran tim dalam jumlah besar ini memberikan keuntungan tersendiri, di mana para mahasiswa dapat membagi peran dan melakukan pendekatan yang lebih merata kepada seluruh siswa di kelas. Lewat penyampaian yang santai, edukatif, dan ramah khas kakak-adik, kecanggungan yang biasanya muncul saat membahas topik pubertas berhasil dicairkan.
Materi yang disampaikan dirancang khusus agar mudah dipahami oleh anak usia kelas 6 SD. Tim KKN UPGRIS memaparkan tentang pengenalan perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan, pengelolaan emosi yang kerap tidak stabil di masa puber, hingga pentingnya menjaga kebersihan diri .
Pendekatan dua arah yang menyenangkan membuat para siswa tidak segan untuk aktif berdiskusi. Anindita, salah satu siswi kelas 6 SD Panjang 04, mengungkapkan bahwa kehadiran tim KKN membuatnya merasa jauh lebih siap dan tenang.
“Awalnya aku agak malu dan bingung kalau bahas soal puber, apalagi tentang menstruasi. Tapi karena kakak-kakak KKN UPGRIS jelasinnya seru dan gampang dipahami, aku jadi lebih tahu gimana cara menjaga kebersihan diri. Sekarang aku nggak perlu takut lagi kalau nanti ngalamin perubahan-perubahan itu,” tuturnya dengan antusias.
Tanggapan positif serupa juga datang dari siswa laki-laki. Elvan, siswa kelas 6 lainnya, merasa edukasi yang diberikan sangat bermanfaat dan jauh dari kata membosankan.
“Kegiatannya seru banget! Tadi dijelaskan kalau anak cowok nanti suaranya bakal berubah jadi lebih berat, terus diajarin juga pentingnya rajin mandi dan cuci muka biar nggak gampang jerawatan pas puber. Kakak-kakaknya juga asyik pas diajak tanya jawab,” ungkap Elvan.
Apresiasi mendalam atas program kerja ini juga datang dari pihak sekolah. Ibu Martha Amrina, S.Pd., selaku guru di SD Panjang 04, merasa sangat terbantu dan lega dengan adanya sosialisasi dari tim mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak usia 10-11 tahun, khususnya kelas 6 yang menuju SMP, berada di masa-masa rawan dalam hal merawat tubuh. Perubahan bentuk tubuh diiringi dengan pergaulan seringkali membuat saya khawatir, apalagi jika mereka mengalami pubertas tetapi belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal tersebut,” jelas Ibu Martha.
Melalui program kerja ini, ke-17 anggota tim KKN UPGRIS berharap edukasi yang telah diberikan dapat menjadi bekal penting bagi siswa. Kesiapan mental dan fisik yang dibangun sejak dini ini diharapkan mampu mengantarkan para siswa SD Panjang 04 tumbuh menjadi remaja yang sehat, tangguh, percaya diri, dan peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri. (*)

