Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dipercaya menjadi salah satu tuan rumah Turnamen Tenis Antarperguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Turnamen yang digelar atas kerja sama LLDIKTI VI, UPGRIS, dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) tersebut akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di kompleks lapangan tenis UPGRIS, Unimus, dan LLDIKTI VI.
Bagi UPGRIS, kepercayaan menjadi salah satu penyelenggara turnamen bukan sekadar kesempatan menjadi tempat pertandingan. Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk kepercayaan LLDIKTI VI sekaligus penghormatan bagi UPGRIS. Momentum itu juga menjadi kesempatan bagi kampus untuk memperkuat jejaring dengan perguruan tinggi swasta lain di Jawa Tengah.
“Ini merupakan penghormatan dan kebanggaan bagi kami. Ini juga wujud kepercayaan terhadap UPGRIS sebagai salah satu penyelenggara,” ujar Rektor dalam konferensi pers di di kantor LLDIKTI VI di Semarang, pada 20 Agustus 2026.
Menurut Rektor, tujuan utama turnamen bukan semata-mata mencari pemenang. Pertandingan tenis justru diharapkan menjadi ruang perjumpaan antarkampus yang dapat membuka peluang kerja sama lebih luas. Interaksi yang berlangsung selama turnamen dapat menjadi awal bagi perguruan tinggi untuk saling mengenal dan mengembangkan kolaborasi di luar bidang olahraga.
“Bukan untuk mencari kemenangan, tetapi menjadi sarana agar perguruan tinggi saling menjalin kolaborasi,” katanya.
Dengan demikian, penyelenggaraan turnamen di UPGRIS tidak berhenti pada aktivitas kompetisi di lapangan tenis. Kehadiran peserta dari berbagai PTS diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, memperluas komunikasi, dan melahirkan bentuk kolaborasi baru antarperguruan tinggi di Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LLDIKTI VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., mengatakan, dukungan UPGRIS dan Unimus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keguyuban PTS di lingkungan LLDIKTI VI sekaligus membangun jejaring antarkampus.
Aisyah menilai, olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi. Karena itu, turnamen tenis tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana membangun budaya hidup sehat, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi membangun jejaring dan kolaborasi sesama kampus. Sekaligus membangun budaya hidup sehat,” ujar Aisyah.
Turnamen yang digelar di UPGRIS dan Unimus itu diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi sivitas akademika PTS di Jawa Tengah. Bagi UPGRIS, keterlibatan sebagai tuan rumah menjadi bagian dari upaya kampus untuk terus membuka ruang kolaborasi dan memperkuat hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi lain.
Rektor Unimus Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. mengatakan, penyelenggaraan turnamen tenis antar-PTS merupakan langkah positif karena dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Menurut dia, olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi perguruan tinggi untuk membangun hubungan dan kolaborasi dalam berbagai bidang.
“Tujuan menggerakkan turnamen tenis antar-PTS sangat baik. Ini membuka peluang kolaborasi dan kerja sama. Ajang ini sangat positif,” kata Masrukhi.

