UPGRIS Perkuat Jejak Internasional, Dua Mahasiswa Progdi Informatika Ikuti Program TechnoVIT 2026 ke India

Dua mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Darius Fikram Azzam dan Muchammad Abdul Ghofur, mengikuti program TechnoVIT 2026 yang diselenggarakan Vellore Institute of Technology (VIT), India. Program tersebut berlangsung pada 2-11 September 2026 di VIT, India Selatan.

Keikutsertaan kedua mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya UPGRIS memperluas pengalaman akademik dan kompetensi mahasiswa melalui program internasional. Dalam kegiatan tersebut, keduanya dijadwalkan mengikuti kompetisi sekaligus sertifikasi yang menjadi bagian dari rangkaian TechnoVIT 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UPGRIS, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberangkatan kedua mahasiswa tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi dalam kompetisi. Mereka juga membawa nama institusi sehingga dapat diposisikan sebagai duta UPGRIS selama mereka berada di India.

“Kedatangan kali ini bisa dianggap sebagai proses sebagai duta UPGRIS. Meskipun mengikuti kompetisi dan mengejar prestasi itu juga sama pentingnya, kami berharap mereka dapat menghasilkan dampak terbaik bagi kampus,” ucap Warek I.

Ditekankan, pengalaman mahasiswa mengikuti kegiatan akademik di luar negeri dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi yang lebih luas. Selain memperoleh pengalaman berkompetisi, mahasiswa juga bisa berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Juga bisa dimanfaatkan untuk memahami lingkungan akademik yang berstandar internasional.

Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa tersebut. Menurutnya, program internasional merupakan salah satu upaya untuk memperkuat keberadaan UPGRIS di tingkat global sekaligus memberikan pengalaman yang bernilai bagi mahasiswa.

“Atas nama pimpinan, saya menyampaikan apresiasi. Ini melanjutkan inisiatif untuk membawa UPGRIS di kancah internasional. Dampaknya bagi universitas sangat baik, tidak saja bagi mahasiswa,” Ucapnya.

Rektor menambahkan, kesempatan mengunjungi dan mengikuti kegiatan akademik di India merupakan pengalaman yang dapat menjadi bagian penting dari rekam jejak mahasiswa. Pengalaman tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi perjalanan karier mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Rektor juga mengingatkan kedua mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama mengikuti program. Identitas sebagai mahasiswa UPGRIS tetap melekat ketika mereka berada di lingkungan internasional.

“Kedatangan mahasiswa juga harus menjadi bagian dari rangkaian branding agar semakin mengangkat UPGRIS,” ujarnya.

Rektor juga mendorong mahasiswa mendokumentasikan pengalaman selama mengikuti program, termasuk melalui konten digital. Pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa merupakan modal berharga yang dapat dikenang sekaligus menjadi bagian dari rekam jejak profesional mereka.

Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri UPGRIS Mega Novita, S.Si., M.Si., M.Nat., Ph.D., mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam TechnoVIT 2026 mendapatkan dukungan pembiayaan penuh dari penyelenggara. Program tersebut juga melibatkan mitra internasional untuk mendorong peningkatan standar kegiatan.

“Program ini dibiayai penuh oleh mereka. Mereka juga mengundang mitra agar standar internasional dapat meningkat,” kata Mega.

Melalui keikutsertaan dalam TechnoVIT 2026, UPGRIS berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kompetisi dan sertifikasi. Tetapi juga mampu membangun jejaring akademik internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kerja sama UPGRIS dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. (*)