Waspada Modus Baru Peredaran Narkoba Lewat Liquid Vape, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 Gelar Sosialisasi di Desa Lodoyong

Modus peredaran narkotika kini semakin licik dengan menyasar cairan rokok elektrik atau liquid vape. Menyikapi ancaman ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 19 menggelar sosialisasi bertajuk “Remaja Sehat Bebas Narkoba: Waspada Modus Baru Lewat Liquid Vape” di Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 WIB ini menyasar anggota Karang Taruna setempat sebagai peserta utama, mengingat kelompok usia remaja dan pemuda menjadi target paling rentan dari peredaran narkotika bermodus baru tersebut. Sosialisasi digelar di balai pertemuan desa dengan suasana santai namun serius, diselingi sesi tanya jawab yang cukup antusias dari para peserta.

Penanggung jawab program, Elbha Aulia Kanza Prathista, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19, menjelaskan bahwa program ini dipilih karena minimnya kesadaran masyarakat terhadap modus penyalahgunaan liquid vape yang kerap dicampur zat adiktif berbahaya. Menurutnya, tren ini mulai marak namun belum banyak disosialisasikan secara khusus di tingkat desa.

“Banyak remaja mengira vape hanya alternatif rokok biasa, padahal cairannya bisa disusupi zat psikoaktif tanpa mereka sadari. Lewat sosialisasi ini kami ingin Karang Taruna Desa Lodoyong jadi garda depan yang paham ciri-ciri modus ini dan berani menolak sejak dini,” ujar Elbha.

Ia menambahkan, materi yang disampaikan mencakup cara mengenali perbedaan aroma dan efek liquid vape yang telah dioplos, dampak kesehatan jangka panjang bagi tubuh, ciri-ciri fisik dan perilaku pengguna, hingga jalur pelaporan resmi jika menemukan indikasi peredaran di lingkungan sekitar. Elbha berharap pengetahuan ini bisa langsung diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk melindungi diri sendiri maupun mengingatkan teman sebaya.

Sementara itu, AnyRahmawati, S.E., selaku Ibu Lurah Desa Lodoyong, menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Menurut beliau, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan warga, terutama generasi muda yang menjadi tulang punggung desa di masa depan.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena selama ini sosialisasi bahaya narkoba lewat vape belum pernah masuk ke desa kami. Modus ini nyata dan mengkhawatirkan, jadi kehadiran adik-adik mahasiswa membuka mata warga, khususnya Karang Taruna, untuk lebih waspada dan saling mengingatkan,” ujar Ibu Any.

Beliau berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni satu malam, melainkan ditindaklanjuti dengan pengawasan bersama antara pemerintah desa, orang tua, dan pemuda Karang Taruna. Ibu Any juga menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 yang telah memilih isu ini sebagai program kerja unggulan, alih-alih kegiatan seremonial biasa, sehingga dampaknya dinilai lebih terasa bagi masyarakat desa.

Program sosialisasi ini menjadi salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 19 di Desa Lodoyong, sekaligus menjadi upaya konkret pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis komunitas di tingkat desa. Dengan melibatkan langsung Karang Taruna sebagai peserta, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai edukasi dari pemuda ke pemuda lainnya di lingkungan Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sekaligus menjadi contoh kolaborasi positif antara mahasiswa dan aparat desa dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika. (*)